Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Presiden Duterte: Pacquiao Membawa Kebanggaan bagi Bangsa Filipina

Bergerak, maju, dan menang. Manny Pacquiao memaksa orang Argentina Lucas Matthysse bertahan melindungi tubuhnya sampai akhirnya habis pada ronde 7 menit ke-2 dan detik ke-43. (Foto: Wendell Alinea / MP Promotions)

Rondeaktual.com, Kuala Lumpur – Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menghadiri pertandingan kejuaraan dunia WBA kelas welter Manny Pacquiao (Filipina) melawan juara Lucas Matthysse (Argentina), Kuala Lumpur, Minggu (15/7/2018).

Bagi Presiden Duterte, kemenangan Pacquiao membawa kebanggaan besar bagi bangsa Filipina.

Pertarungan tersebut merupakan yang terbesar sejak kejuaraan dunia kelas berat Muhammad Ali (Amerika Serikat) dengan Joe Bugner (Australia) di Kuala Lumpur, 1 Juli 1975. Ali mengalahkan Bugner melalui pertarungan panjang 15 ronde.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Senator Manny Pacquiao karena memberi kami kebanggaan dan membawa bangsa Filipina bersama sekali lagi,” kata Duterte, yang terbang ke Malaysia untuk melihat pertarungan sebelum kunjungan resminya, dikutip dari BoxingScene.com.

Duterte mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Pacquiao telah membuktikan dirinya lagi sebagai “salah satu petinju terbesar sepanjang masa” dan bahwa kemenangan itu akan memperkuat warisannya di dunia olahraga.

Juara dunia WBA Reguler kelas welter Manny Pacquiao. Ini merupakan gelar WBA pertama bagi Pacquiao, yang sebelumnya pernah merebut sabuk IBF, WBC, dan WBO. (Foto: Sumio Yamada)

BUKAN MENYOMBONGKAN DIRI

Kemenangan Pacquiao pada ronde 7 yang sudah berjalan 2 menit dan 43 detik atas juara dunia WBA kelas welter Lucas Matthysse memang luar biasa.

Bersama pelatih baru orang Filipina Buboy Fernandez, Pacquiao tampil berubah banyak. Bergerak, maju, dan menang. Pacquiao menjatuhkan Matthysse pada ronde 7 dan ini untuk pertama kali menang KO sejak 2009. Pacquiao memilih berpisah dengan pelatih Amerikanya Freddie Roach, yang telah bekerja sama dalam suka dan duka selama lebih 10 tahun.

Kemenangan tersebut adalah pertarungan pertama Pacquiao sejak kehilangan gelar juara dunia WBO kelas welter melawan Jeff Horn tahun lalu di Brisbane, Australia.

Pacquiao, 39 tahun, mencatat rekor menang-kalah-draw 60-7-2 (39 KO). Minggu siang ia tampak jauh lebih tegas dan hebatnya tidak terluka.

“Saya tidak menyombongkan diri tapi, saya pikir dia kesakitan kena pukulan saya,” kata Pacquiao, dikutip dari BoxingScene.com. “Setiap pukulan yang saya lemparkan, dia terluka. Saya pikir dia takut menerima pukulan saya.”

Finon Manullang | Fightnews.com | BoxingScene.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *