Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Patrick Liukhoto: Lari Tengah Hari Serasa Mau Mati

Juara Indonesia kelas bantam, Patrick Liukhoto dari Victory Target Boxing Camp Jakarta. (Foto: Rondeaktual)

Rondeaktual.com, Jakarta – Setidaknya ada tiga pertanyaan yang dijawab Patrick Luikhoto dengan spesial. Patrick adalah juara Indonesia kelas bantam, yang sedang mendapat perhatian dari promotor Martin Daniel untuk terus diorbitkan sampai jenjang kejuaraan dunia.

Kalau disuruh lari pada tengah hari, kata Patrick, serasa mau mati. Haus dan mengering. “Tetapi, saya tetap semangat menjalani latihan. Pertandingan berikutnya sudah dekat. Tiga minggu lagi,” ujar Patrick, petinju andalan Victory Target Boxing Camp Jakarta.

Patrick sekarang tinggal di sebuah kamar spesial, yang berjarak hanya beberapa langkah dari tempat latihannya, di sebuah lorong kecil, Jalan Kartini X-B, Jakarta Pusat. Patrick mendapat tempat tinggal, karena rumah tersebut juga rumah kediaman keluarga Hodlif Hun, manajer Patrick.

Bagaimana keadaan sekarang?

“Kita baik-baik saja tinggal di camp yang sekarang, walaupun setiap hari harus bangun pukul enam pagi,” jawab Patrick.

“Bangun sepagi itu (pukul 06.00) bawaannya masih malas. Mengantuk dan nyawa belum ngumpul, kata orang begitu, hehehe…”

Patrick meneruskan: “Memang tidak enak rasanya bangun pagi, karena belum terbiasa lagi untuk bangun seawal itu. Apalagi badan maih terasa sakit semua bekas latihan kemarin.”

“Namun begitu, dalam seminggu kita harus selesaikan semuanya. Tidak boleh tidak. Latihan dan terus latihan. Full lima hari latihan, pagi dan sore. Dari Senin sampai Jumat. Ini tidak bisa ditawar. Sabtu hanya lari jauh kemudian istirahat. Minggu, kita semua wajib memasuki masa istirahat penuh.”

“Bagaimana dengan latihan lari pada siang hari, di tengah teriknya matahari. Enak tidak?”

“Hahaha… Siapapun dia pasti mengaku tidak enak kalau disuruh lari siang. Bohong kalau ada yang bilang lari siang itu enak, apalagi lari jauh, hahaha…. Rasanya mau mati.

“Lari di tengah hari itu serba panas. Panas mataharinya menggigit dan panas dari aspalnya tidak mau kalah. Begitupun panas dalam tuuh. Apalagi kalau badan dibungkus dengan sauna. Uh, itu sungguh menyiksa.”

“Sungguh menyiksa. Tidak ada yang enak. Pahit dan kerongkongan terasa mengering. Tersiksa sekali. Tetapi, biasanya kita sudah siap bekal. Pegang uang untuk beli air putih dan kita minum.”

“Makanya jangan dianggap enak menjadi seorang atlet. Latihan jauh lebih berat daripada bertanding. Kita latihan setiap hari, sampai berminggu-minggu, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan. Kalau bertanding paling satu jam sudah selesai.”

“Kapan rencana pertandingan?”

“Rencana sebelumnya tanggal 27 Oktober, akhir bulan ini. Minggu lalu dapat kabar kalau pertandingan itu diundur menjadi tanggal 9 November. Tidak ada masalah. Kita tetap semangat menyambutnya.”

Finon Manullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *