Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Stevie Ongen Merebut Gelar WBC Asia Silver di Usia 38

Utusan WBC Asia, Damrong Simakajornboon, juara WBC Asia Silver Stevie Ongen Ferdinandus, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Bandung, 24 Januari 2019. (Foto: Dok)

Rondeaktual.com Jakarta – Stevie Ongen Ferdinandus, southpaw 38 tahun, mencatat rekor sebagai petinju Indonesia tertua, yang berhasil merebut gelar tinju internasional.

Stevie Ongen merebut gelar juara WBC Asia Silver Super Welterweight setelah menghentikan perlawanan petinju Thailand, Uthit Punsen, ronde 7 dari 10 ronde yang dijadwalkan. Pertandingan berlangsung di Aula Satata Sariksa Rindam III/Siliwangi, Bandung, Kamis, 24 Januari 2019.

Stevie menerima dua sabuk sekaligus; sabuk WBC Asia Silver yang diserahkan perwakilan WBC Asia asal Thailand, Damrong Simakajornborn, dan sabuk Pangdam III/Siliwangi, yang diserahkan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono. Senang sekali rasanya.

Stevie, asal Pertina Maluku, memulai karir tinju pro ketika usianya sudah di ambang senja untuk ukuran olahraga keras semacam tinju; 25 tahun. Ia merantau ke Jakarta untuk meneruskan karir tinju pro. Di Maluku sangat jarang ada pertandingan tinju pro.

Dari “Buku Hitam” tentang perjalanan karir tinjunya, Stevie terjun sebagai petinju pro pada tahun 2005.

“Saya pertama kali main tinju bayaran di Studio Trans 7, melawan Rahman Ambodale,” kata Stevie, kelahiran Ambon, 27 September 1980.

“Terakhir naik ring di Bandung (24 Januari 2019) menang TKO atas petinju Thailand. Saya merebut sabuk WBC Asia Silver dalam usia tidak muda lagi,” katanya di atas ring, sambil menggendong anaknya, Juan Manuel Jr Ferdinandus. “Saya sudah tua, 38 tahun. Kepada yang masih muda, ayo terus berlatih dan kejar prestasi. Jangan mau ketinggalan sama yang sudah tua.”

Stevie berharap tinju pro Tanah Air bisa bangkit lagi. “Kalau kita mau saya kira kita bisa berjaya lagi. Dulu kita pernah punya juara dunia,” katanya sambil melirik ke sebelah kiri, di mana mantan juara dunia IBF kelas bantam yunior, Ellyas Pical berdiri di sampingnya, di atas ring menjelang seluruh acara pertandingan tinju ditutup.

Malam itu perjuangan Stevie Ongen dalam merebut sabuk WBC Asia Silver disaksikan dua mantan juara dunia IBF; Ellyas Pical kelas bantam yunior dan Nico Thomas kelas terbang mini.

Ke depan, Stevie Ongen siap mempertahankan gelar melawan siapa saja. “Untuk mempertahankan gelar saya siap. Saya selalu latihan dan saya aktif bertanding di luar negeri,” ujarnya. Ia mencatat rekor tanding menang-kalah-imbang 28-17-1. (Rondeaktual.com / Finon Manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *