Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Kisah Perjalanan Karir Wilem Papilaya: Dari Thomas Papilaya ke Albert Papilaya

Wilem Papilaya. (Foto: Ist/Dok)

Rondeaktual.com, Bekasi – Wilem Papilaya merupakan salah petinju berbakat asal Maluku, yang mencapai prestasi besar di Ibu Kota. Wilem pernah merebut medali perak kelas welter ringan Asian Games Bangkok, Thailand, tahun 1998, dan merebut medali emas kelas welter ringan Pekan Olahraga Nasional Palembang, Sumatera Selatan, tahun 2004.

Wilem Papilaye lahir di Ternate, Maluku (sekarang Maluku Utara), 23 November 1974. Meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (11/2/2019) pukul 12.05 WIB. Sebelum meninggal, Wilem masih sempat menghabiskan sarapannya. Kepergiannya begitu cepat. Keluarga menduga serangan jantung.

Wilem mulai latihan tinju ketika usia 12 tahun, bersama Thomas Papilaya, di sasana Sangaji Putra, Ternate.

Thomas Papilaya adalah ayah dari Wilem Papilaya. Thomas membawa Wilem mengikuti pertandingan daerah di Manado dan berhasil merebut medali emas.

Tahun 1990, Wilem Papilaya datang ke Bekasi, Jawa Barat, dan tinggal di rumah Albert Papilaya, abang Wilem Papilaya.

Berdasarkan penuturan Albert, ia langsung mendaftarkan nama adiknya sebagai atlet tinju Pertina DKI Jakarta, sampai juara.

“Dia tinggal di rumah saya. Waktu itu saya sudah anggota pelatnas dan saya yang melatih almarhum,” kata Albert Papilaya, peraih medali emas kelas menengah Kejurnas dan PON.

Albert, peraih medali emas kelas berat di India, menambahkan: “Almarhum adalah adik bontot dari lima bersaudara. Sebelum meninggal, almarhum bilang mau pulang kampung. Saya mau ketemu, eh dia tidak mau. Dia bilang hari Senin saja dan ketemu hari Senin ketika ia sudah menghembuskan napas terakhir. Saya sedang tugas di Polda Metro Jaya dalam keadaan sakit panas karena tidak tidur selama satu hari. Dengar Wilem meninggal, saya langsung sembuh. Dari Polda saya langsung ke rumah sakit.”

Perjalanan karir tinju Wilem Papilaya memang panjang. Dari tangan Thomas Papilaya ke tangan Albert Papilaya, mencapai puncaknya ketika merebut medali perak di Asian Games Bangkok dan medali emas PON.

Karena berat badan terus naik, mau tidak mau Wilem harus bertanding di kelas berat ringan dan masih bisa merebut medali emas Kejurnas. (rondeaktual.com / finon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *