Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Ricardo Simanungkalit Ajak Istrinya Menjadi Wasit/hakim Tinju Pro

Mantan juara Indonesia kelas menengah tertua Ricardo Simanungkalit dan Maya Hutauruk, di pinggir ring Flobamora Big Fight, Jumat, 3 Mei 2019.

Rondeaktual.com, Jakarta – Tidak ada kata terlambat. Mantan juara Indonesia tertua Ricardo Simanungkalit, 62 tahun, mengajak Maya Hutauruk menjadi wasit/hakim tinju pro.

Ricardo-Maya adalah pasangan suami istri yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat. Keduanya hadir di sekitar ring tinju Flobamora Big Fight Indonesia 2019, Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Mei 2019.

Ricardo-Maya menjadi wajah baru di pertinjuan nasional. Tetapi, sebelum terjun sebagai wasit/hakim, keduanya sudah lama menggeluti tinju.

Ricardo, sang suami, adalah petinju kelas ringan Scorpio Boxing Camp Jakarta, yang pernah “dijual” ke tangan Simson Tambunan, pelatih Garuda Jaya Boxing Camp Jakarta.

Itu 34 tahun silam. Ricardo tidak merasa tahan di Garuda Jaya dan memilih kembali ke Scrorpio Boxing Camp Jakarta, milik pelatih Kid Francis, yang berhasil mengantar Ricardo sebagai juara Indonesia kelas menengah.

Berhenti tinju dan ketika usia tidak muda, Ricardo mencoba aktif di dunia tinju pro sebagai wasit/hakim. Selama beberapa hari ikut ujian wasit/hakim. Pria asal Sumatera Utara ini mengajak istrinya belajar tentang wasit/hakim.

Pekan lalu keduanya mulai aktif lagi. Ricardo tiga kali mendapat tugas wasit. Sementara, Maya hanya mendapat tugas hakim untuk partai eliminasi.

Menurut Maya Hutauruk, ia mulai mendalami pertinjuan setelah dinikahi Ricardo Simanungkalit. “Saya yang mengurus kepeluan tanding Ricardo,” katanya.

“Waktu Ricardo merebut sabuk juara Indonesia, saya berdiri di bawah sudut ring dan bersorak setelah Ricardo diumumkaan sebagai juara. Waktu itu Ricardo berstatus underdog,” kenang Maya Hutauruk. Itu 30 tahun yang lampau.

Ricardo Simanungkalit pertama kali menjadi juara Indonesia kelas menangah, setelah menang angka 12 ronde atas juara Ketut Udiyana, petinju asuhan pelatih Daniel Bahari dari Cakti Boxing Camp Bali. Pertandingan berlangsung di bawah hujan deras di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu, 3 Juni 1989.

Pertandingan dipromotori Agus Mulyantono dari Malang dan menjadi pertandingan tinju pro satu-satunya yang pernah disaksikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

(finon manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *