Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Yani Hagler Tuan Rumah Pertemuan Mantan Petinju di Desa Pujon

Yani Hagler di ruang sekretariat KMPI Malang, Senin, 7 Oktober 2019. (Foto milik Yani Hagler)

Rondeaktual.com, Jakarta – Mantan penantang juara dunia IBF kelas terbang yunior, Yani Hagler, 53 tahun, siap menjadi tuan rumah pertemuan mantan petinju.

“Saya rencana undang teman-teman bekas petinju. Pertemuan mantan petinju di rumah saya di Desa Pujon Ngroto, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Acara pas hari Minggu, tanggal 20 Oktober,” kata Yani Hagler saat berkunjung ke markas KMPI di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (7/10/2019).

Pria kelahiran Biak ini dihubungi dari Jakarta. Yani Hagler yang dulu dikenal sebagai pengusaha bemo di Malang, berharap para mantan petinju bisa hadir, seperti Wongso Suseno (juara OBF/OPBF pertama), Juhari (juara OPBF ketiga), Nurhuda (juara WBC Junior dan juara IBF Intercontinental), Monod, Ali Aswaad, Agus Ekajaya, dan yang lain.

“Siapa saja, silahkan datang. Teman-teman dari KMPI Malang, ayo. Ini acara temu kangen, yang diadakan dari kota ke kota di Jawa Timur,” kata Yani Hagler.

Yani merebut gelar juara Indonesia kelas terbang yunior dari tangan juara Iwan Tubagus Jaya (Garuda Jaya Jakarta). Yani merebut gelarnya melalui kemenangan angka 12 ronde di Gedung Go Skate, Surabaya, 24 September 1984.

Setahun kemudian atau tepatnya di Istora Senayan Jakarta, 12 Oktober 1985, bersama promotor Boy Bolang, Yani menantang juara dunia IBF kidal Dodie Penalosa (Filipina) dan berakhir ronde ketiga. Yani gagal menjadi juara dunia.

Untuk pertemuan mantan petinju di depan rumahnya, Yani Hagler akan memesan tenda. “Nanti ada hiburan musik semacam organ tunggal. Penyanyinya harus cowok. Kalau cewek nanti jadi rebutan,” ujar Yani.

Yani Hagler dikenal memiliki berbagai talenta. Ia pernah buka bengkel di Malang dan menjalankan bisnis bemo. Mendirikan sekaligus memimpin grup ngamen di Terminal Batu, di mana Yani sebagai vokalis. Memproduksi gitar, yang dijual ke teman-teman mantan petinju.

Yani Hagler sekarang menjadi pelatih Tim Pra PON Jawa Timur. “Aku mendampingi Pak Ferry Moniaga sebagai pelatih kepala,” kata Yani Hagler, yang harus mencuri umur dua tahun agar bisa terjun sebagai petinju pro.

Yani tampil sebagai petinju pro ketika masih berusia  16 tahun. Yani melakukannya di Malang pada tahun 1983, bersama pelatih pertamanya Didik Mulyadi. (finon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *