Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Wawancara Chris John: Sekarang Tidak Mudah untuk Membangkitkan Tinju Pro

Chris John duduk mendengar sambutan yang disampaikan CEO PT Chris John Indonesia, Longines Tamio, Selasa (5/11/2019). (Foto: Finon Manullang)

Inilah Tim Pra PON Pertina Banten

Rondeaktual.com, Jakarta – Konferensi pers PT Chris John Indonesia berlangsung di Ketapang, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).

Acara digelar untuk mempromosikan Boxing Championship, yang akan berlangsung di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu, 10 November 2019.

Tiga partai off air dan tiga partai on air sudah disiapkan. Kelas terbang ringan 4 ronde: Stevanus Nana Bau Vs Willy Rawung, kelas bantam yunior 4 ronde: Muhammad Sholimin Vs Mektison Marganti, kelas bantam yunior 4 ronde: Sulis Barrera Vs Adam Wijaya, kelas ringan yunior 6 ronde: Jason Butarbutar Vs Selsius Rumlus, kelas ringan 4 ronde: Reynold Kundimang Vs Karso Marine, kelas bantam 4 ronde: Patrick Liukhoto Vs Luis Lomoly.

Promotor Chris John (mantan juara dunia WBA Super kelas bulu) didampingi CEO PT Chris John Indonesia, Longines Tamio, penata tanding paling favorit Tekek Jawa, dan sejumlah kru televisi dan sedikit media online, termasuk Rondeaktual.com ada di sana.

Tokoh tinju hadir antara lain Ndondo Herry Sugiarto (manajer Aquase Tangerang), Hodlif Hun (manajer Victory Target Jakarta), Hendra Julio, Piche Namang, Arche Unsulangi, dan masih banyak.

Pertandingan dipercayakan kepada Komisi Tinju Indonesia (KTI Pusat). Hadir Sangap Sidauruk (Inspektur Pertandingan), Joshua Hamilton (time keeper, pendatang baru), Erik Suwarna, Suwarno, Sumardi, Reinhard Sitompul, Satria Antasena (wasit/hakim).

Chris John dan Longines Tamio.

Berikut petikan wawancara promotor Chris John.

Dua tahun yang lalu, Mas Chris sudah terjun sebagai promotor. Sekarang terjun lagi sebagai promotor, untuk tujuan apa?

“Ini kelanjutan dari program sebelumnya. Setelah pensiun, saya ingin ikut membantu tinju pro Indonesia. Saya ingin memberikan kesempatan bertanding kepada mereka. Tetapi, sekarang tidak mudah untuk membangkitkan tinju pro Indonesia. Di sini butuh sponsor besar. Ini kita mulai lagi bersama Metro TV, setelah sebelumnya bersama televisi yang lain. Kita mulai dengan sebulan sekali. Mudah-mudahan lebih semangat lagi supaya bisa setiap minggu.”

Era tinju Chris John dan tinju sekarang bagaimana menurut Anda.

“Eranya memang beda ya. Dulu televisi marak, bukan hanya satu. Mereka berlomba-lomba. Sekarang pertandingan sudah jarang. Seperti matisuri. Sekarang kita munculkan lagi lewat Boxing Championship. Saya mendukung petinju Indonesia yang ingin meraih juara di tingkat internasional.”

“Siapa petinju yang disiapkan untuk melahirkan the next Chris John.”

“Belum kelihatan. Nanti kita cari satu-satu, makanya peran match maker itu sangat penting. Sekarang masih bermimpi. Bermimpi kan boleh. Mimpi besar untuk melahirkan juara dunia baru dari Indonesia. Selain bermimpi, harus usaha dan doa. Kita mulai dulu. Kita bikin agar pertandingan tinju marak. Target belum. Ciptakan era tinju dulu. Tinju harus ramai. Harus lewat televisi.”

Sekarang domisisli di mana?

“Semarang. Saya tetap di Semarang. Kalau ada kegiatan seperti sekarang baru di Jakarta. Saya juga Wakil Ketua Umum IV KONI Pusat. Saya Bidang Hubungan Luar Negeri dan Humas.”

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat, finon5000@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *