Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Wanita Hebat Cecilia Braekhus Pertahankan Gelar 25 Kali

Mantan bintang tinju kelas berat Ukraina, Wladimir Klitschko dan Cecilia Braekhus, Desember 2018. (Foto: Team Braekhus)

Rondeaktual.com – Anda suka atau pernah mengikuti pertandingan tinju wanita? Kalau ya, Anda pasti suka dengan prestasi besar dan kerendahan hati Cecilia Braekhus.

Dia, Cecilia Braekhus, 38 tahun, adalah wanita hebat dari Norwegia. Braekhus baru saja mempertahankan semua gelar juara dunianya di kelas welter 66.678 kilogram melalui pertarungan 10 ronde kali 2 menit melawan mantan juara dunia dari Argentina, Victoria Bustos. Berlangsung di Monte Carlo, Sabtu (30/11/2019) atau Minggu pagi WIB.

Pertandingan dipimpin oleh wasit Diana Miliani. Hakim Fabrizio Lopez menilai 99-91, Gloria Martinez 98-92, dan Guillermo Perez-Pineda 98-92. Ini hasil margin yang besar, di mana Braekhus mendominasi hampir sepanjang ronde.

Kemenangan atas Bustos telah mendorong Braekhus mencatat rekor luar biasa sudah 25 kali mempertahankan gelar juara dunia kelas welter tanpa putus. Siapa wanita yang bisa seperti itu, tentu hanya Braekhus satu-satunya.

Dari dulu sampai sekarang belum ada wanita yang bisa menyamai prestasi Braekhus, kelahiran Kolombia besar di Norwegia.

Braekhus satu-satunya petinju (pria dan wanita) yang menyandang lima gelar juara dunia sekaligus. Ketangguhan tangan dan kerendahan hatinya memperkuat pengakuan terhadap Braekhus sebagai olahrawagati terbesar dalam sejarah tinju wanita. Braekhus telah diakui sebagai pahlawan olahraga di negaranya, Norwegia. Itu sejak tiga tahun yang silam.

5 GELAR BRAEKHUS

1. WBA kelas welter: Rebut gelar di Kiel, Jerman, 14 Maret 2009, menang angka melalui pertandingan 10 ronde melawan Vinni Skovgaar (Denmark).

2. WBC kelas welter: Rebut gelar di Kiel, Jerman, 14 Maret 2009, menang angka melalui pertandingan 10 ronde melawan Vinni Skovgaar (Denmark).

3. WBO kelas welter: Rebut gelar di Herning, Denmark, 10 Mei 2010, menang angka 10 ronde atas Victoria Cisneros (Amerika Serikat).

4. IBF kelas welter: Rebut gelar di Copenhagen, Denmark, 14 September 2014, menang angka 10 ronde atas Ivana Habazin (Kroasia).

5. IBO kelas welter: Rebut di Halle, Jerman, 27 Februari 2016, menang angka 10 ronde atas Chris Namus (Uruguay).

Braekhus (merah) menyerang Bustos di Monte Carlo, Sabtu, 30 November 2019. (Foto: Matchroom Boxing)

10 TAHUN JUARA DUNIA

Bukan dikarang-karang. Braekhus telah menjadi juara dunia sepanjang 10 tahun. Wanita berusia 38 tahun ini pertama kali menjadi juara dunia kelas welter pada 14 Maret 2009, menang angka melalui pertandingan 10 ronde melawan Vinni Skovgaar (Denmark). Sampai sekarang ia sudah 10 tahun dan 8 bulan menjadi wanita nomor satu di kelas welter.

Braekhus banyak bertanding di luar negeri. Ia mengawali karir tinju pro sampai juara dunia bukan di negaranya sendiri karena Norwegia lebih 31 tahun melarang pertandingan tinju pro. Pemerintah Norwegia baru tiga tahun ini menerima kembali tinju pro dan itu tak lepas dari perjuangan besar Braekhus dalam mempromosikan dan membesarkan tinju wanita.

Sejak pembekuan tinju pro dicabut, Braekhus sudah empat kali bertanding di Norwegia:

1. Tanggal 1 Oktober 2016, Spektrum Oslo, Braekhus menghentikan langkah Anne Sophie Mathis (Prancis) pada ronde kedua. Braekhus mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBA,WBC, IBF, WBO, IBO.

2. Tanggal 24 Februari 2017, Spektrum Oslo, Braekhus menang angka melalui pertarungan 10 ronde melawan Klara Svensson (Swedia). Braekhus mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBA, WBC, IBF, WBO, IBO.

3. Tanggal 9 Juni 2017, Bergenhus Festning, Bergen, Braekhus menang angka atas Erica Farias (Argentina). Braekhus mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBA, WBC, IBF, WBO, IBO.

4. Tanggal 21 Oktober 2017, Oslofjord Convention Center, Stokke, Braekhus menang TKO ronde 6 atas Mikaela Lauren (Swedia). Braekhus mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBA, WBC, IBF, WBO, IBO.

“Selama tinju dilarang di Norwegia, saya harus mencari sendiri pertandingan ke berbagai negara,” kata Braekhus, beberapa waktu yang lalu.

Braekhus menceritakan bagaimana ia di awal karirnya bertanding di Basel, Swiss, pada 20 Januari 2007 menghadapi petinju dari Kroasia, Ksenija Koprek. Braekhus yang mantan kick boxing ini menang angka dalam debutnya di pertandingan kelas welter 4 ronde.

Dua tahun setelah terjun sebagai petinju bayaran, Braekhus menjadi juara dunia, yang berarti sudah 12 tahun menekuni karir tinjunya yang gemilang dan menang terus-menerus tanpa putus; 36-0-0.

MENGHADAPI KATIE TAYLOR

Siapa yang akan menghentikan langkah Braekhus? Inilah pertanyaan besar yang beredar sejak awal 2019.

Banyak menyebut nama Claressa Shields (Amerika Serikat) dan Katie Taylor (Irlandia) sebagai lawan mendatang. Pertarungan diperkirakan bakal melibatkan uang besar dan itulah tinju pro.

Setelah kemenangan Braekhus di Monte Carlo, promotor Eddie Hearn langsung mengumumkan bahwa Katie Taylor (Irlandia) adalah lawan berikutnya.

Taylor, peraih medali emas kelas ringan Olimpiade London, sekarang juara dunia WBO kelas welter yunior. Taylor, 33 tahun, belum terkalahkan dengan rekor 15-0-0, 6 KO, yang sebelumnya adalah juara dunia kelas ringan.

Bila ini yang akan terjadi awal tahun depan, maka Taylor harus naik satu kelas.

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat. finon5000@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *