Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Aryo Sulkhan Menulis: Nasib Tragis Akira Yaegashi

Akira Yaegashi. (Photosteam)

Rondeaktual.com – Untuk kesekian kalinya Akira Yaegashi tumbang dalam usahanya merebut atau mempertahankan gelar juara dunia.

Pada 23 Desember kemarin Yaegashi kembali menelan kekalahan tragis di ronde ke-9 dari petinju Afrika Selatan Moruthi Mthalane dalam usahanya merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang. Namun, berkali-kali pula Yaegashi mendapatkan kesempatan untuk bertarung dalam kejuaraan dunia.

Sang promotor Hideyuki Ohashi juga tampak sangat “menyayangi” petinju tersebut. Dia tidak pernah setengah-setengah dalam menggelontorkan uang untuk membiayai perjuangan Akira Yaegashi. Meski dalam perjuangannya seringkali terjadi jatuh bangun sepanjang karirnya sebagai petinju profesional.

Mungkin hanya satu jawabannya; Akira Yaegashi adalah people’s champion.

Akira Yaegashi memiliki fans yang sangat banyak di Jepang karena dia selalu menampilkan perjuangan maksimal di atas ring. Seperti yang kita tahu, fans tinju Jepang sangat menghargai usaha seseorang dalam hal apapun, terutama dalam olahraga pertarungan seperti tinju, Kickboxing, ataupun MMA. Kalah atau menang dalam suatu pertandingan adalah hal biasa, yang terpenting sang petarung sudah menunjukkan perjuangan hingga titik darah penghabisan. Oleh sebab itu, setiap pertandingan yang menampilkan Akira Yaegashi selalu mampu menarik minat fans tinju untuk menyaksikan secara langsung.

Penjualan tiket juga selalu habis tak tersisa.

Di samping itu, Yaegashi adalah seorang family man, dia sangat mencintai keluarganya. Saya mengenalnya dengan baik sejak 2013, dan saya sangat menghormatinya. Yaegashi adalah sosok petinju yang rendah hati, bahkan ketika dia masih menyandang predikat juara dunia. Tidak pernah sekalipun dia menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan ketika fans tinju mengajaknya berfoto bersama atau meminta tanda tangan. Bahkan ketika dia sedang menggendong anaknya, tidak pernah sedikitpun dia menolak permintaan fans tinju di sana. Raut wajahnya selalu menunjukkan bahwa dia memiliki pribadi yang baik.

Di usianya sekarang, 36 tahun, mungkin dia sudah tidak mampu lagi bersaing melawan jago-jago muda papan atas yang haus darah. Tapi saya yakin dia akan terus bertarung sepanjang dia merasa masih mampu dan selama fans tinju masih menunggu aksinya di atas ring.
Gaya bertarungnya masih sangat menarik untuk disaksikan, kecepatan dan akurasi pukulannya masih cukup tajam.

Dalam 1 atau 2 tahun lagi, saya kira Akira Yaegashi masih mampu menjadi daya tarik dalam sebuah pergelaran tinju di Jepang.

Aryo Sulkhan, menulis dari Semarang, Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *