Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Belum Pernah Terjadi: Claressa Shields Turun Sampai Dua Kelas

Claressa Shields. (Foto: Stephanie Trapp)

Rondeaktual.com – Tinju amatir suka mengklaim paling disiplin menjalankan aturan. Tetapi tidak juga. Lihat saja Claressa Shields, yang berusia 17 tahun bisa tampil di Olimpiade London dan hebatnya lagi menjadi juara kelas menengah. Padahal tinju amatir harus 19 tahun baru boleh mengikuti pertandingan elite.

Seandainya Shields tidak berani menabrak aturan yang ditetapkan oleh Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA), badan yang menaungi tinju amatir sedunia, seumur hidup dia tidak akan pernah mencatat sejarah besar sebagai juara olimpiade termuda.

Shields memang perempuan yang luar biasa. Setelah merebut medali emas kelas menengah Olimpiade XXX/2012 London, empat tahun kemudian di Olimpiade XXXI/2016 Rio de Janeiro, Shields kembali merebut medali emas kelas menengah yang kedua.

Setahun kemudian, 19 November 2016, Shielsd resmi melepas jubah amatir dan terjun sebagai petinju pro.

Setahun kemudian, 4 Agustus 2017, Shields menjadi juara dunia kelas menengah super.

Setahun kemudian, 22 Juni 2018, Shields turun ke kelas menengah dan menjadi juara dunia di kelasnya yang baru.

Setahun kemudian, 10 Januari 2020, Shields akan turun ke kelas menengah yunior atau kelas welter super menghadapi Ivana Habazin (Kroasia) untuk mengisi dua gelardunia yang sedang lowong; WBC dan WBO.

Kelas welter super atau sama dengan kelas menengah yunior berbobot 69.863 kilogram.
Kelas menengah 72.575 kilogram.
Kelas menengah super 76.204 kilogram.
Kelas menengah amatir 75 kilogram.

Aksi Shields turun kelas sampai dua kali tergolong berani dan baru dia yang melakukannya. Pada umumnya petinju –perempuan maupun pria—lebih suka naik kelas akibat tidak bisa mempertahankan berat badan (over weight).

Sementara, petinju yang pernah turun kelas antara lain; Thomas Hearns (AS), Jum-Hwan Choi (Korea), Nonito Donaire (Filipina).

Hearns sebagai juara WBC kelas berat ringan turun dan merebut gelar WBC kelas menengah. Choi (pernah memukul KO petinju Indonesia Azaddin Anhar dalam kejuaraan dunia di Jakarta) juara IBF kelas terbang ringan turun dan merebut gelar IBF strawweight atau kelas terbang mini. Donaire mantan dunia juara kelas bulu yunior turun dan merebut gelar WBA Super kelas bantam.

Shields. (Foto: Stephanie Trapp)

PERJALANAN KARIR SHIELDS

DEBUT: Shields membuka pertandingan pronya yang pertama di T-Mobile Arena, 19 November 2016, menang angka pertandingan 4 ronde atas Franchon Crews-Dezurn.

REBUT GELAR KELAS MENENGAH SUPER: Di pertandingan pronya yang keempat di MGM Grand Detroit, Michigan, 4 Agustus 2017, Shields merebut gelar juara dunia kelas menengah super WBC dan gelar lowong IBF, menang TKO ronde 5 atas Nikki Adler (Jerman).

REBUT GELAR KELAS MENENGAH: Shields melepas gelar kelas menengah super dan berhasil merebut gelar lowong WBA dan gelar lowong IBF kelas menengah, setelah menang angka pertandingan 10 ronde melawan Hanna Gabriels (Costa Rica). Pertandingan berlangsung di Masonic Temple, Detroit, 22 Juni 2018.

JADWAL TANDING SHIELDS

Shields akan bertarung 10 ronde kali dua menit kejuaraan dunia gelar lowong WBC dan gelar lowong WBO kelas menengah yunior melawan Ivana Habazin (Kroasia). Tempat pertandingan di Ocean Resort Casino, Atlantic City, New Jersey, 10 Januari 2020.

Bila Shields berhasil mencapai impiannya, maka dia akan menjadi wanita pertama dalam sejarah tinju dan satu-satunya juara dunia yang turun kelas berturut-turut sampai dua kali. (finon manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *