Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Sejarah Wasit Wanita Cabor Tinju: Dimulai dari Mawarni Hutagalung

Mawarni Hutagalung. (Foto: Finon Manullang)

Rondeaktual.com – Pada tahun 1978 Pertina mulai mengenal Mawarni Hutagalung sebagai wanita pertama tampil menjadi wasit, yang sebelumnya mutlak dikuasai kaum lelaki.

Saat itu pula Ketua Umum PB Pertina, Saleh Basalah mengumumkan kepada publik bahwa di dunia ada dua wanita yang menjadi wasit tinju. Satu di Indonesia dan satu lagi di Tokyo, Jepang.

“Waktu itu diumumkan langsung oleh Pak Saleh Basarah di pertandingan STE di Padang,” kata Mawarni Hutagalung, 73 tahun, yang juga sesepuh Pertina Sumatera Barat. “Di tahun itu saya mulai tugas ke mana-mana. Saya sudah pergi ke seluruh Indonesia,” ia menjelaskan.

Mawarni Hutagalung satu angkatan dengan wasit Sumatera Barat, Rompas yang sudah lama mengundurkan diri dari Pertina.

Pada tahun 1980 di Papua, Mawarni Hutagalung lulus wasit/hakim nasional. Terbaik dari 24 peserta.

Di tahun beriktunya mulai muncul wanita yang menjadi wasit Pertina. Di Sumatera Utara ada Fatimah Siregar dan istri Effendy Nasution. Di Jawa Timur ada Telly Pangkey dan Lany Kuntjoro. Di Lampung ada Yustianingsih dan Si Kembar. Di Jakarta ada Yustini, Iin Maspaitella, Diana (pindah ke Bekasi).

“Sekarang sudah banyak emak-emak yang masuk ke dalam ring sebagai wasit. Sudah ada yang menyandang Bintang AIBA. Dulu wasit amatir tidak mengenal Bintang AIBA,” ujar Mawarni Hutagalung, pandai memasak kapala ikan kakap merah. Dua anaknya adalah wasit Pertina; Boy Pohan ***AIBA (Pertina DKI Jakarta, sekarang Boy sedang tugas untuk babak kualifikasi Olimpiade Afrika) dan Novi Pohan *AIBA (Pertina Kepulauan Riau).

“Sampai sekarang saya hanya menyandang Wasit Nasional. Dulu wanita dihalang-halangi untuk menjadi wasit internasional. Saya ikut ujian PAAB tetapi tidak pernah dinyatakan lulus karena memang sengaja ditebang. Wanita dinggap lebih cocok di dapur.”

*AIBA Novi Pohan dan Mawarni Hutagalung. (Ist)

Sekarang sudah lebih maju. Wanita Indonesia yang menjadi Wasit *AIBA adalah:
1. Yuni Lubis, Sumatera Utara.
2. Novi Pohan, Kepulauan Riau.
3. Nisaul Muminah, Bengkulu.
4. Siti Hamidah, Jawa Barat.
5. Ai Juleha, Jawa Barat.
6. Elisabeth Haning, Nusa Tenggara Timur.
7. Anisa Farida, Kalimantan Selatan.
8. Sukmawati, Sulawesi Selatan.
9. Hamsyah Faizal, Sulawesi Selatan.

Di tahun terakhir Mawarni Hutagalung, 73 tahun, sudah absen di atas ring. Tetapi hati dan pikirannya masih 100% untuk tinju. Tidak lupa ia selalu menganjurkan kepada wasit/hakim muda agar mengambil Bintang AIBA. Ia juga selalu berpesan menjaga hati saat menjalankan tugas wasit/hakim; jangan ada keberpihakan. (finon manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *