Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Agus Zabara Merasakan Jab Thomas Americo di Stadion Notohadinegoro

Mantan petinju Jember, Agus Zabara. (Foto: Istimewa)

Rondeaktual.com – Agus Zabara, 59 tahun, adalah salah satu petinju pro pertama di Jember, Jawa Timur. Ia memiliki pengalaman yang panjang sebagai pelatih dan pernah menggali ilmu langsung dari legenda Australia, Jeff Fenech.

Tahun 1985 nama Agus Zabara mulai berkibar di tinju pro melalui Cipta Jasa Boxing Camp Jember bersama pelatih dan manajer Bambang Susilo.

Tahun 1986 ia bertanding melawan juara Indonesia kelas welter yunior, Thomas Americo, non gelar 8 ronde.

Itu tahun 1986 di Stadion Notohadinegoro Jember.”Saya habis di ronde ketujuh,” kisah Agus Zabara, kelahiran Jember, 14 Agustus 1960. “Wasit Rustam menghitung sampai habis dan saya tidak bangun. Fisik sudah tidak mungkin untuk meneruskan sisa ronde. Saya tidak ada persiapan untuk menghadapi Thomas Americo. Saya terima kontrak karena butuh uang. Waktu itu saya sedang menyusun skripsi. Saya kuliah di Unej. Waktu timbang badan, saya harus mengantongi batu timbangan agar berat bisa main di kelas welter yunior 63,5 kilogram.”

Akhirnya Agus Zabara bisa menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jember. “Saya D3 ekonomi. Tapi saya lebih menyukai tinju, makanya saya tetap di tinju, sampai sekarang.”

Agus Zabara berstatus pelatih di Pusdik Brimob Watukosek. “Saya setiap hari di Pusdik Brimob, karena saya mendapat tempat tinggal,” katanya.

Sementara, usaha kafe yang dirintisnya di Malang dihentikan. “Kafe sudah saya tutup, sejak pandemic coronavirus. Belum tahu kapan bisa buka lagi. Sekarang kembali sebagai pelatih tinju.”

Agus mengaku banyak belajar tentang kepelatihan tinju dari dua nama besar; Setijadi Laksono (Sawungaling Surabaya) dan Sutan Rambing (Semarang).

Tahun 2004 Agus menerima Lisensi Pelatih Tinju Profesional, yang ditandatangani oleh Ketua Umum BPP-OPI, Prof. Drs. Toho Cholik Motohir, MA, Ph.D. BPP-OPI sekarang menjadi BOPI.

Tentang Thomas Americo, Agus Zabara adalah lawan pengganti. “Thomas Americo seharusnya main lawan Supriyo dari Sawunggaling Surabaya. Supriyo tidak bisa, saya maju. Masuk ronde keempat mulai terasa jab Thomas Americo. Cepat dan keras. Saya akui jab Thomas Americo adalah jab terbaik.”

Agus Zabara lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pelatih. Di GoldenHans Boxing CampJember,iamenangani Rusy Haryanto, Sambung, Faisol Akbar. Iapernah dikontrak tiga tahun berbagung dengan Akas Probolinggo. Pernah direkrut tokoh tinju Bali Zainel Tayeb sebagai pelatih di Mirah Bali.

“Saya enam bulan mempelajari ilmu tinju di Melbourne, di tempat Jeff Fenech. Saya balik Indonesia karena dipanggilan Pak Zainel Tayeb.” (finon manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *