Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Master Suro Menantang: Kalau Saya Kalah, Bayaran Saya Silakan Ambil

MasterSuro, pemegang rekor juara Indonesia tertua. (Foto: Istimewa)

Rondeaktual.com – Juara Indonesia tertua asal Magelang, Jawa Tengah, Surono alias Master Suro, 50 tahun, mengaku akan segera mengeluarkan sayembara.

“Masih inget wong ndeso Master Suro?” kata Master Suro. “Saya akan membuat sayembara. Bila saya kalah, bayaran saya silakan ambil. Saya tunggu.”

Master Suro mengambil rekor juara Indonesia tertua, setelah menang angka 12 ronde melawan juara Alpius Maufani di Purworejo, Jawa Tengah, 6 April 2019, yang dipromotori oleh Suprapto David.

Ketika mengalahkan Alpius, Master Suro berusia 49. Sukses Master Suro sekaligus merobek rekor juara Indonesia tertua yang dipegang Ricardo Simanungkalit selama 22 tahun. Ricardo menjadi juara Indonesia kelas menengah dalam usia 40 tahun.

Master Suro lahir di Magelang, Jawa Tengah, 17 Maret 1970, bernama Surono. Master Suro tinggal di Potrobangsan IV RT 009 RW 005, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah.

SAYEMBARA VERSI MASTER SURO

Di tengah pandemic coronavirus seperti sekarang Master Suro sangat membuthkan promotor yang bersedia menandingkannya dalam kejuaraan Indonesia.

“Barang siapa (usia minimal 49 tahun) yang mampu mengalahkan saya dalam pertandingan12 ronde kejuaraan Indonesia kelas ringan, akan mendapat bayaran lebih. Uang kontrak akan saya kembalikan ke promotor. Kemudian saya akan membayar petinju yang mengalahkan Master Suro senilai uang kontrak yang saya tandatangani.”

“Kalau saya kalah, justru saya tekor. Sebaliknya, petinju yang mengalahkan saya akan mendapat bayaran dobel. Promotor juga lebih irit kalau saya kalah.”

Master Suro memberi contoh. “Misal uang kontrak saya 10 juta dan kontrak lawan 10 juta, kalau saya kalah uang 10 juta saya kembalikan ke promotor. Petinju yang mengalahkan saya, saya kasih tambahan 10 juta. Sehingga dia boleh pulang rumah dengan uang 20 juta.”

Di balik angan-angannya untuk mengeluarkan sayembara, Master Suro setengah ragu dan bertanya. “Kira-kira ada tidak petinju gaek usia 49 ke atas yang masih siap gebug-gebugan 12 ronde?”

Bila tidak ada lawan seusia yang dimaksud. Master Suro siap menerima tantangan dari petinju usia di atas 40. “Tapi kesepakatan hadiahnya jadi berubah,” katanya.

Master Suro pakai ilmu apa bisa fit di usia 50 seperti sekarang?

“Saya setiap hari latihan. Itu kuncinya. Musim Covid-19 saya tetap menjaga fisik dengan berlatih tinju. Ayo, kita latihan setiap hari biar sehat.” (ra/finon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *