Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Kios Mantan Petinju Wono Roya di Terminal Pacitan Ambruk Dijajah Corona

Usaha oleh-oleh khas Pacitan milik mantan petinju nasional Wono Roya. Sepi pembeli akibat wabah virus corona. (Foto: Istimewa)

Rondeaktual.com – Wono Roya adalah seorang mantan petinju nasional kelas terbang mini sampai kelas bantam.

Pada era tinju masuk televisi awal 2000, Wono Roya ikut sasana tinju profesional yang ada di dalam Kompleks Rumah Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah menggantungkan sarung tinju, Wono Roya pulang ke kampung halamannya, Pacitan, Jawa Timur. Ia mencoba meneruskan karirnya dan mengejar rekor juara Indonesia tertua dalam usia 48 tahun.

Impian Wono Roya gagal. Inspektur Pertandingan dari Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Adrian Inggratoeboen membatalkan pertandingan, dua jam sebelum bel berbunyi. Padahal seluruh acara timbang badan termasuk pemeriksaan kontrak pertandingan dan pengecekan izin sudah selesai dilaksanakan.

Wono Roya terakhir naik ring Gili Trawangan, 25 Agustus 2017, tumbang di tangan Andika Sabu (Mirah Bali),

Legenda tinju Pacitan, Wono Roya bersama istri tercinta, sebelum era Covid-19. (Foto: Ist/Dok)

Di Pacitan, Wono Roya membangun rumah tangga dan hidup dari gaji sebagai satpam di Pemda Pacitan pada siang hari dan pada malam hari piket di Mosseum Geopar UNESCO Pemda Pacitan. Sudah lebih enam tahun setia dengan pekerjaannya sebagai satpam.

Selain itu, Wono Roya masih mempunyai sumber uang dari kios miliknya di Terminal Pacitan, Jawa Timur.

Toko itu bernama Roya Jaya makmur. Menjual oleh-oleh khas Pacitan, seperti jajanan roti, kacang, minuman, termasuk pulsa.

Kios mlik Wono Roya berada di dalam Terminal Pacitan. “Sekarang sudah masuk lima bulan tidak berkutik. Usaha di terminal ambruk dijajah corona. Sepi pembeli, sementara kios harus kita buka setiap hari. Kita harus bertahan melawan serangan corona yang entah sampai kapan berakhir.”

Sambil bergurau, Wono Roya menyebut dirinya sudah bertobat. Sudah tidak ”mokong” lagi. Sekarang tinggal cari uang yang halal buat keluarga biar berkah.
Anak pertama, perempuan, sudah kuliah semester tiga di Jember. Adiknya yang kecil sudah mau masuk SMP.

“Sebagai mantan petinju, saya harus bertanggung jawab kepada keluarga. Menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Saya bekerja mencari uang untuk menutupi biaya kuliah anak pertama dan adiknya yang masih SMP,” tutup Wono Roya.

Demi masa depan anak, luar biasa perjuangan Wono Roya. (rondeaktual.com / finon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *