Ronde Aktual

Tinju itu Indah

Di Usia 50, Chris Byrd Siap Turun ke Kelas Menengah

Mantan juara dunia kelas berat Chris Bryd. (Fightnews)

Rondeaktual.com – Chris Byrd adalah petinju Olimpiade Barcelona 1992, yang bersama petinju Indonesia, Alberth Papilaya, bertanding di kelas menengah. Keduanya tidak pernah bertemu. Alberth kalah di 8 besar (quarterfinals) melawan Lee Seung-Bae (Korea Selatan). Byrd kalah di final melawan Ariel Hernandez (Kuba).

Setahun kemudian Bryd memilih tinju pro dan tujuh tahun kemudian menjadi petinju kidal kedua yang memenangkan gelar juara dunia kelas berat.

Bryd kelahiran Flint, Michigan, Amerika Serikat, 15 Agustus 1970. Ia menutup karir pronya dengan rekor menang-kalah-draw 41-5-1 (22 KO). Sekarang di saat usianya sudah lebih 50 tahun, Bryd ingin kembali naik ring setelah melewati serangkaian ujian tantangan kesehatan yang berkepanjangan. Dia ingin bertanding di kelas menengah.

Bryd dua kali menjadi juara dunia kelas berat, setelah mengalahkan Vitali Klitschko kemudian mengalahkan Evander Holyfield. Tetapi, Byrd menderita neuropati parah dan nyeri kronis karena bertanding jauh di atas berat badannya. Ia adalah petinju kelas menengah, seperti diperlihatkannya di Olimpiade Barcelonas 1992.

Tentang berat badannya, inilah yang dikatakan Bryd: “Tidak ada yang ingin melawan saya di kelas menengah, jadi saya makan banyak agar berat badan saya sampai kekelas berat. Saya mengalami 11 tahun penderitaan. Beberapa tahun yang lalu, saya bahkan tidak bisa melepaskan kaki saya. Rasa sakit di kaki kiri saya sangat parah sehingga beberapa hari saya hanya ingin memotong semuanya. Saya harus membuat perubahan drastis dan pilihan dalam hidup untuk mencapai posisi saya sekarang,”.

Chris Bryd sekarang tampak langsing, kekar, dan seperti seorang pira tiga puluhan.

Dengan berat 163 pound, transformasi Byrd yang berusia 50 tahun dimulai hampir tiga tahun lalu ketika putrinya bertunangan untuk menikah.

Byrd bersedia melakukan atau mencoba apa pun yang dapat membantu memperbaiki kondisinya, dan membiarkan dia ada di sana untuk orang-orang yang dia cintai. Dia mengubah kebiasaan makannya – berhenti mengonsumsi semua hal yang menyebabkan alergi (gandum, gula, dan produk susu) dan beralih ke pola makan nabati. Sekarang beratnya hanya bisa untuk kelas menengah.

Pertemuan kebetulan dengan ahli obat ganja terbukti sangat bermanfaat dalam jalan Byrd menuju pemulihan. Byrd memulai rejimen terapi pembuatan jus daun ganja segar dan memanfaatkan minyak CBD dan topikal. Dia mengonsumsi banyak hati rami sebagai sumber protein dan asam lemak esensial. Dalam waktu singkat, rasa sakit hebat yang dia rasakan di kaki kirinya dan kelelahan yang dia hadapi sepanjang karirnya mulai mereda.

Pada awal tahun 2020, Chris Bryd telah mencapai titik puncak dalam pemulihannya. Dia kemudian menemukan Aaron Cameron, Direktur Club Q360, di Malibu, California. Cameron dikenal luas sebagai suami dari bintang film dan “Ibu Rumah Tangga Sejati di Beverly Hills”, Denise Richards. Di bawah bimbingan Cameron, Bryd mulai menjalani perawatan frekuensi radio dan suara untuk mengobati neuropati. Menurut Byrd, perawatan ini membawa penyembuhannya ke tingkat menghilangkan rasa sakitnya dan sangat meningkatkan mobilitasnya.

“Aaron adalah orang yang luar biasa, unik dengan pikiran hebat yang ahli dalam radio dan frekuensi suara. Dokter telah memberi tahu saya bahwa saya perlu mengganti bahu dan pinggul saya. Setelah perawatan saya dengan Aaron, semua itu berubah. Aaron benar-benar ingin melihat orang-orang disembuhkan dan dia benar-benar peduli dengan orang-orang yang bekerja dengannya.”

“Pemulihan Chris benar-benar ajaib,” kata David McWater dari Split-T Boxing, dikutip dari Boxing Scene. “Melihat di mana Chris hanya beberapa tahun yang lalu ke tempat dia sekarang adalah luar biasa. Suatu kehormatan bisa membantunya di jalan ini. ”

Mempertimbangkan semua yang telah dia capai baik dalam karir profesionalnya maupun dalam transformasi pasca-karirnya yang dramatis dari kelas berat dan sekarang sedang berjuang menjadi petinju kelas menengah yang bersemangat dan jantan, tidak ada yang dapat menghentikan Chris Byrd.

“Saya benar-benar ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa tidak ada kata terlambat untuk mencapai tujuan Anda, dan mewujudkan impian Anda. Refleks saya sangat tajam, kekuatan saya sangat fenomenal, dan saya lebih fokus daripada sebelumnya. Saya merasa saya siap untuk kembali ke ring, dan dengan bantuan serta bimbingan Split-T Boxing, saya berharap dapat mewujudkannya.”

TENTANG CHRIS BYRD

1993 DEBUT PRO: Bryd menang angka 4 ronde atas Gary Smith, IMA Sports Arena, Flint.

2000 REBUT GELAR: Bryd merebut gelar juara dunia WBO kelas berat, mengalahkan Vitali Klitschko (Ukraina), 1 April 2000.

2000 KEHILANGAN GELAR: Bryd kalah melawan Wladimir Klitschko (Ukraina) dan kehilangan gelar WBO di Jerman, 14 Oktober 2000.

2002 REBUT GELAR: Bryd untuk kedua kalinya menjadi juara dunia kelas berat dengan merebut gelar IBF, mengalahkan Evander Holyfield di Atlantic City, 14 Desember 2002.

(rondeaktual.com / finon manullang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *