Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi tinju profesional.

Coretan Finon Manullang: Mungkinkah Underdog Pulev Menjadi Juara Dunia?

Rondeaktual.com – Seorang underdog tak selamanya tak berguna. Banyak petinju yang dipandang sebagai underdog berhasil membalikkan fakta dan menjadi juara dunia yang hebat. Kaya raya. Terkenal.

Harus diterima, jago tua kelas berat Bulgaria, Kubrat Pulev, 39 tahun, merupakan underdog. Pulev akan menghadapi juara dunia 4 sabuk (IBF, IBO, WBA Super, WBO) Anthony Joshua di SSE Arena, London, Sabtu, 12 Desember 2020, malam, atau Minggu pagi WIB.

Pulev sekarang menjadi impian Bulgaria untuk menjadi juara dunia baru. Pulev tidak diperhitungkan. Joshua favorit 10:1.

Jika Joshua menghabisi Pulev, maka dia tetap sebagai juara dunia sekaligus membukan jalan menuju megasuperfight Joshua-Fury atau Joshua-Wilder.

Tetapi, jika sekali saja ayunan tangan besar Pulev mendarat telak di rahang dan menjatuhkan Joshua, maka petinju yang dikenal dengan ”ciuman rakus” ini akan merayakan kemenangan terbesar dalam sejarah tinju di tanah kelahirannya. Bulgaria akan dibuat sibuk menyambut sang pahlawan sipil Kubrat Pulev.

Siapa sebenarnya yang akan memenangkan perang kelas berat tutup tahun? Joshua atau Pulev? Kita tunggu, Minggu pagi WIB.

Jika Anda suka ikut-ikutan taruhan, hati-hati jangan salah sebut orang. Silap prediksi isi dompet bisa hanyut ke laut. Bisa kering kerontong ditelan bandar.

Bagi Pulev, Sabtu malam merupakan kejuaraan dunia kedua sepanjang 10 tahun karir tinju pronya. Kejuaraan dunia pertama Pulev terjadi di Hamburg, Jerman, 15 November 2014, tumbang KO ronde 5 atas Wladimir Klitschko (Ukraina). Pulev gagal merebut gelar juara dunia kelas berat IBF.

Pulev terakhir naik ring di California, 9 November 2019, menang angka melalui pertarungan 10 ronde melawan Rydell Booker. Rekor Pulwev menang-kalah 28-1 (14 KO).

Joshua –lebih muda 8 tahun dari Pulev 39—sekarang dengan rekor menang-kalah 23-1 (21 KO). Joshua terakhir naik ring di Diriyah, Arab Saudi, menang angka 12 ronde dalam tanding ulang yang biasa-biasa saja melawan Andy Ruiz.

Sebelum mengalahkan Rydell Booker, Pulev di Costa Mesa, California, 23 Maret 2019, berhasil menghentikan perlawanan Bogdan Dinn pada ronde 7. Tak lama kemudian mencuat kasus “ciuman rakus” versi Pulev.

Setelah kemenangannya, seorang reporter perempuan datang melakukan wawancara. Tanpa permisi Pulev mencium bibir si wartawan. Disorot kamera dan menyebar ke seluruh penjuru tinju. Dunia gempar. Orang menduga-duga; serakus itukah Kubrat Pulev?

Lisensi tanding Pulev hampir saja ditangguhkan seumur hidup. Pulev datang ke pengadilan dan membela diri. Kalau dia bersalah, mana mungkin bisa bertanding lagi.

Pulev adalah pria kelahiran Bulgaria, 4 Mei 1981. Sudah berusia 39 tahun. Pantas saja kalau dia underdog. Tidak diperhitungkan.

Tetapi nanti dulu. Tidak selamanya underdog itu tak berguna. Banyak petinju kelas berat yang diremehkan dan tidak diperhitungkan tetapi mampu memenangkan pertandingan.

Di atas ring seorang petarung membutuhkan satu pukulan untuk merubah jalan hidupnya. Itulah yang menjadi modal besar para underdog. Mengayunkan tangan untuk menjatuhkan sang juara. Mari kita lihat fakta berikut ini.

DOUGLAS KO TYSON
James “Buster” Douglas merupakan underdog besar ketika menghadapi Mike “Iron Man” Tyson di Tokyo Dome, Tokyo, 11 Februari 1990. Tyson favorit 40:1.

Apa yang terjadi? Douglas yang sempat knockdown pada ronde 8, bangkit dan menjatuhkan Tyson pada ronde 10 dan menjadi juara dunia WBA, WBC, IBF.

Tidak ada yang percaya, termasuk promotor Don King yang menjual pertandingan itu ke Jepang. Tidak ada klausul tanding ulang, lantaran King dan kubu Tyson sangat percaya diri bahwa Douglas tidak akan mampu bertahan di atas lima ronde.

Douglas menikmati kemenangannya yang luar biasa. Uang masuk tak henti-hentinya.

Dia mabuk atas kebesaran namanya sendiri dan hartanya. Dia tidak pernah sungguh-sungguh ketika mencoba mempertahankan gelar yang pertama melawan Evander Holyfield.

Douglas tumbang KO pada ronde ketiga di tangan Holyfield, yang berlansung di Las Vegas, 25 Oktober 1990. Sejak itu nama Douglas tenggelam.

FOREMAN KO MOORER
George Foreman tidak diunggulkan dan dalam keadaan sudah tertinggal jauh dalam pengumpulan angka, berhasil memukul KO ronde 10 juara dunia WBA dan IBF southpaw Michael Moorer.

Itu terjadi di MGM Grand Garden Arena, Paradise, Nevada, 5 November 1994. Foreman merebut gelar juara dunia kelas berat pada usia 45 tahun dan 299 hari. Foreman menjadi juara dunia kelas berat tertua dalam sejarah tinju. Rekor ini bertahan sampai sekarang.

RUIZ KO JOSHUA
Andy Ruiz menjadi underdog ketika menghadapi seorang KO King bernama Anthony Joshua di Madison Square Garden, New York City, 1 Juni 2019.

Joshua menjatuhkan Ruiz pada ronde ketiga. Penonton tidak kaget. Dianggap biasa saja. Underdog memang begitu. Seringkali mudah diselesaikan.

Tetapi dengan tenang Ruiz yang lehernya termasuk paling pendek membiarkan wasit melakukan hitungan. Pada hitungan keenam dia bangkit dan siap untuk meneruskan pertandingan.

Wasit memerintahkan “box”. Ruiz membalas sampai dua kali menjatuhkan Joshua dan bel.

Tragedi datang pada ronde 7. Ruiz dengan tangan kanan yang kokoh menjatuhkan Joshua namun masih mampu bangkit dan berdiri. Ruiz kembali menjatuhkan sang juara. Wasit menghitung dan datang melihat Joshua sudah hilang keseimbangan dan setengah sandar di sudut netral. Tangannya sengaja diletakkan di atas tali ring, sebagai upaya untuk menolongnya dari kelelahan. Wasit sepertinya bertanya kemudian melambai sebagai tanda berakhirnya pertandingan.

Ruiz menang TKO ronde 7, yang sudah berjalan 1 menit dan 33 detik.

Itu sangat luar biasa. Ruiz menjadi orang Meksiko-Amerika pertama yang mampu menjadi juara dunia kelas berat. Ruiz menyandang gelar juara dunia IBF, IBO, WBA Super, WBO.

Ruiz menjadi bintang baru. Pergi ke mana-mana bersama pengawal. Menjadi bintang tamu di sejumlah acara.

Di tanah leluhurnya di Meksiko, Ruiz melakukan kunjungan ke mana-mana termasuk pertemuan special dengan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador. Itu sangat bersejarah dalam hidup Ruiz.

Ruiz menjadi kaya raya. Melunasi sejumlah utang. Membeli mobil baru untuk ibunda tersayang dan itu bagus.

Sayangnya Ruiz mabuk harta dan ketenaran, yang membuatnya kalah angka mutlak dalam pertandingan ulang selama 12 ronde melawan Joshua di Diriyah Arena, Diriyah, Arab Saudi, 7 Desember 2019.

POVETKIN KO WHYTE
Veteran Alexander Povetkin (Rusia) adalah underdog yang umurnya sudah 40 tahun. Dia berhasil menghancurkan juara interim WBC Dillian Whyte (Inggris) hanya dengan satu pukulan.

Itu terjadi di Fight Camp Matchroom Boxing, Inggris, 22 Agustus 2020. Povetkin menjatuhkan Whyte. Pasar taruhan ikut ambruk.

Kubrat Pulev. (Foto: Mark Robinson)

Kembali ke Pulev. Pengalaman tanding Pulev –amatir dan pro—sangat panjang. Sekarang tergantung Pulev, jago tua berusia 39. Apakah dia bisa meniru Andy Ruiz, yang dengan satu pukulan dapat merubah jalan hidupnya.

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridayasakti, Jawa Barat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: