Rondeaktual.com, Coretan Finon Manullang – Penulis bersyukur bisa ikut meliput langsung Kejuaraan Tinju Dunia untuk gelar IBF kelas bantam yunior antara juara Ju Do Chun (Korea Selatan) melawan penantang southpaw Ellyas Pical (Indonesia). Berlangsung di Istora Senayan Jakarta (sekarang Gelora Bung Karno), Jumat malam, 3 Mei 1985.
Banyak wartawan olahraga datang meliput pertandingan. Banyak yang berdiri di pinggir ring. Sebagian di atas khusus para fotografer. Tidak ada celah kosong. Suasana sesak, menimbulkan perdebatan sengit dengan petugas keamanan. Wartawan melawan, karena tidak suka diusir.
Malam itu, banyak penonton menangis saking terharu, setelah melihat Ellyas Pical melibas habis sang juara Ju Do Chun, tumbang KO persis di tengah-tengah ring. Long hook kidal Ellyas Pical mengakhiri dominasi sang juara. Itu merupakan pukulan terbaik sepanjang sejarah tinju Tanah Air.
Baca Juga
Advertisement
Mama Anna (ibunda Ellyas Pical dengan pakain khas warna putih) berdiri lalu menangis. Pelatih Simson Tambunan dan promotor Boy Bolang saling menghampiri. Kedua tokoh berpelukan dan menangis. Masih banyak penonton lain yang menangis.
Malam itu, Ju Do Chun yang sebelumnya sangat ditakuti semua lawan karena seorang KO King, tidak bisa menjawab hitungan yang diberikan wasit Joe Cortez (Amerika Serikat).
Sementara, ibunda Ju Do Chun yang duduk seorang diri di kursi lipat sekitar satu meter dari sudut merah tempat Ju Do Chun bertanding, tertunduk sedih dan menangis. Putra kesayangan ibu itu gagal mempertahankan gelar IBF kelas bantam yunior untuk keenam kalinya. Ju Do Chun kehilangan gelar.
Baca Juga
Advertisement
Bukti Sejarah Kemenangan Ellyas Pical
- Judul: Kejuaraan Tinju Dunia Perebutan Gelar IBF Kelas Bantam Yunior (52.163 kilogram) 15 Ronde Durasi 3 Menit.
- Juara: Ju Do Chun (Korea Selatan), 21 tahun –kelahiran Gangwon, 25 Januari 1964. Rekor menang-kalah-seri 19-1-3 (10 dengan KO).
- Penantang: Ellyas Pical (Garuda Jaya Jakarta, Indonesia), 28 tahun, kelahiran Ulath, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, 24 Maret 1957. Rekor menang-kalah 10-1 (6 dengan KO)
- Tempat pertandingan: Istora Senayan Jakarta, sekarang Gelora Bung Karno.
- Waktu: Jumat malam, 3 Mei 1985.
- Wasit: Joe Cortez (Amerika Serikat).
- Hakim A: Chung Won Chung (Korea Selatan).
- Hakim B: Leon Johannes (Indonesia).
- Hakim C: Kenny Snow (Amerika Serikat).
- Promotor: Boy Bolang.
- Supervisor: James Stevenson (Amerika Serikat).
- Hasil pertandingan: Ellyas Pical melalui long hook kiri mematikan menang KO pada ronde 8 dari 15 ronde yang direncanakan. Ini kemenangan yang sangat bersejarah, mengantar kidal Ellyas Pical menjadi petinju Indonesia pertama merebut gelar juara tinju dunia. Ellyas Pical, penyelam alam dari Saparua, menjadi juara dunia versi IBF kelas bantam yunior.
Sepanjang karier tinjunya yang luar biasa, Ellyas Pical tiga kali menjadi menjadi juara IBF kelas bantam yunior. Rekor ini tidak tersampai oleh siapa pun. Sampai sekarang, Ellyas Pical yang sangat dihormati sebagai olahragawan Indonesia, satu-satunya yang bisa melakukannya.
Tinggalkan Komentar..