Press "Enter" to skip to content

Syamsul Anwar Menulis: Boy Bolang

Rondeaktual.com
Nama besar Boy Bolang tetap melekat di hati publik tinju Tanah Air. Boy lahir di Surabaya, 12 Januari 1948, meninggal dunia di Jakarta, 16 April 2004.

Boy Bolang mulai terkenal setelah sukses mengantar Ellyas Pical sebagai petinju Indonesia pertama merebut gelar juara dunia tinju.

Ketika itu di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam, 3 Mei 1985, Ellyas Pical menjatuhkan juara dunia asal Korea Selatan, Ju Do Chun pada ronde 8 dari 15 ronde yang dijadwalkan untuk merebut gelar dunia IBF kelas bantam yunior.

Boy Bolang, yang berwajah tampan itu, memiliki bakat sebagai ahli pemasaran. Boy berpikir sangat jauh untuk membuat petinju Indonesia menjadi juara dunia. Hal yang mustahil terpikirkan insan tinju nasional ketika itu.
Thomas Americo, petinju asal Ainaro, berhasil menjadi juara OPBF kelas welter yunior.

Menjadi juara OPBF adalah salah satu syarat untuk bisa menantang juara dunia. Peluang terpikirkan oleh Boy dan dia mulai mencari tahu bagaimana untuk mewujudkannya.

Boy Bolang memutar otak, bagaiman mewujudkan cita-cita untuk menyelenggarakan kejuaraan tinju dunia. Dengan penampilan yang keren dan menyewa mobil berkelas, Boy mendatangi seorang jenderal yang punya reputasi. Begitu bertemu dengan Herman Sarens Soediro, Boy langsung tampil sebagai seorang salesman.

Herman Sarens Soediro adalah pembina olahraga berkuda dan tak tahu apa itu tinju. Boy dengan lancar dan menarik bercerita tentang tinju. Sikapnya yang bersemangat dengan menekankan demi keharuman nama Indonesia. Teknik berbicaranya jelas dan meyakinkan.

Kerjasama berbentuk. Boy Bolang sebagai promotor dan Herman Sarens Soediro sebagai penyandang dana. Di tengah jalan, kerjasama mereka pecah.

Akhirnya rencana pertandingan kejuaraan tinju dunia antara juara dunia WBC kelas welter yunior asal Amerika Serikat, Saoul Mamby dengan Thomas Americo, dipromotori oleh Herman Sarens Soediro.

Pertandingan kejuaraan dunia versi WBC itu berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 29 Agustus1981, dimenangkan oleh Saoul Mamby melalui putusan angka 15 ronde.

Kembali ke Boy Bolang. Boy sempat tersingkir dari Indonesia dan harus bermukim di Amerika Serikat. Tekadnya, ingin menjadikan putra Indonesia menjadi juara dunia.

Kesempatan untuk menjadikan putra Indonesia datang lagi setelah Ellyas Pical menjadi juara OPBF.

Sejarah pun tertoreh, petinju kidal Ellyas Pical berhasil memukul KO Ju Do Chun. Ellyas Pical menjadi juara dunia pertama yang lahir dari hasil pemikiran dan usaha cemerlang Boy Bolang untuk Indonesia.

Boy Bolang berusaha lagi mempromotori pertandingan Ellyas Pical berikutnya. Kembali lagi Boy Bolang mencari donatur.

Boy Bolang mulai mencari donatur. Banyak tokoh nasional dan pengusaha nasional dibujuknya untuk mendanai bagaimana Indonesia punya juara dunia. Teknik berbicaranya yang menarik membuat orang yang tak tahu tinju menjadi tertarik.

Ahirnya Boy mendapat partner yang tertarik untuk menjadikan putra Indonesia menjadi juara dunia.

Pengusaha nasional Probo Sutejo tertarik dengan upaya Boy Bolang demi kemajuan anak bangsa

Pertandingan kejuaraan tinju dunia kelas bantam yunior antara Ellyas Pical dengan penantang asal Venezuela, Cesar Polanco berlangsung seru dan Ellyas Pical kalah dalam pertarungan 15 ronde.

Pada pertandingan ulang yang bukan dipromotori oleh Boy Bolang, Pical kembali menjadi juara dunia kelas bantam yunior IBF.

Gonta ganti penyandang investor atau penyandang dana, tergambar ada kelemahan yang nyata pada diri Boy Bolang. Dia pandai dan lihai membuat orang yang tak tahu dunia tinju menjadi gila tinju dan mau.mengeluarkan uangnya

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Boy Bolang pintar sekali mencari investor atau pemodal agar idenya terkabul.

Mari kita kenang Boy Bolang dari sisi ide cemerlangnya. Dialah yang menjadi promotor kejuaraan tinju dunia yang berhasil mengantar Ellyas Pical sebagai juara dunia pertama dari Indonesia.

Boy Bolang adalah seorang mantan petinju amatir yang cukup berprestasi di tahun 70-an.

Syamsul Anwar Harahap, juara Asia kelas welter ringan 1977, menulis dari Kota Medan, Sumatera Utara.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: