Press "Enter" to skip to content
Promotor Gustiantira Alandy. (Rondeaktual.com)

Wawancara Promotor Gustiantira Alandy: Saya Percaya Daud dan Ongen

Rondeaktual.com

Promotor Gustiantira Alandy, 43 tahun, bersama MPRO Evolution Fight Series 2022 siap menampilkan Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi. Pertandingan internasional dengan tiket seharga lima ratus ribu akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat, 1 Juli 2022.

“Lawan untuk Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi kita datangkan dari Thailand,” kata promotor Gustiantira Alandy, yang akrab disapa sebagai Tira.

Daud tampil untuk mempertahankan gelar WBC Asia Boxing Council Silver Super Lightweight 63.503 kilogram melawan Panya Uthok (Thailand). Di kelas bulu 57.153 kilogram, Ongen Saknosiwi akan menghadapi Jirawat Thammachot (Thailand).

Berikut petikan wawancara promotor Gustiantira Alandy, yang juga Presiden Direktur MPRO International, yang sebelumnya dikenal dengan nama Mahkota Promotions.

Petinju kelas berat Inggris, Dillian Whyte bersama Gustiantira Alandy. (Foto: Istimewa)

Anda akan tampil sebagai promotor untuk pertandingan tinju internasional di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat, 1 Juli 2022.

Itu adalah pertandingan yang ketiga bagi saya sebagai promotor, setelah dua sebelumnya di Bangkok.

Mengapa memilih Bangkok?

Waktu itu COVID-19 naik-turun. Kita belum bisa full untuk mengadakan pertandingan di Indonesia, makanya kita bikin di Bangkok.

Dua tahun pandemic, itu sangat berat dan sulit mendapat kepercayaan. Halangan pertama adalah sponsor dan televisi, banyak yang meragukan kalau saya bisa melaksanakan pertandingan.

Saya pikir, kita tidak boleh mundur. Tidak boleh menyerah. Dua kali promotor di luar negeri, telah memberikan peluang naik ring bagi dua petinju Indonesia, Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi.

Dua kali promotor di Bangkok, tentu dua kali mendapat untung barangkali. Atau, jangan-jangan seperti sering disuarakan oleh promotor lainnya, rugi lagi rugi lagi.

Tentang keuntungan, saya bisa bilang hanya balik modal. Bagi saya, balik modal saja sudah bagus. Tidak sampai mengalami kerugian, itu prestasi.

Kalau dibilang promotor rugi, saya kira tidak. Sekarang tinggal bagaimana kita mengatur cost yang keluar. Kita harus berhitung. Semua harus balance dengan sponsor yang masuk.

Debut promotor sangat berat. Banyak kendala, sudah pasti. Sponsor sudah yakin, Daud kena COVID-19. Itu kendala.

Tetapi semua bisa kita lewati. Kita bekerja dengan hati. Tekun dan serius.

Setelah di Bangkok, berikutnya di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat, 1 Juli 2022, Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi lagi yang bertanding.

Memang, saat ini yang kita miliki yang dua itu, Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi.

Saya kira, Daud Yordan masih bisa di usianya yang sudah 35 tahun. Ongen Saknosiwi, di usia 28 tahun, kita siapkan sebagai generasi berikutnya.

Daud dan Ongen menjadi partai utama di Balai Sarbini, dan beberapa partai tambahan.

Sampai sekarang, saya belum menemukan petinju yang pas untuk kita dorong sebagai bintang di masa mendatang. Masih tetap Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi.

Hati saya belum cocok. Kalau hati sudah cocok, pasti dia akan kita orbitkan. Terbukti pilihan saya tidak salah. Pertama melihat Ongen Saknosiwi ketika bertanding di amatir, pilihan saya jatuh untuk Ongen. Saya lihat dia bertanding enak ditonton. Dia kuat dan punya karakter yang bagus.

Berjodoh dengan Ongen. Dia tunjukkan dia mampu. Ongen merebut gelar juara IBA featherweight di Batu, mengalahkan Filipina (Marco Demecillo).

Ogen Saknosiwi terakhir bertanding di Bangkok (4 Maret 2022). Dia pukul KO petinju Thailand (Rattanakorn Tasssworn, Ongen merebut gelar juara WBC Asia Continental kelas bulu sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan 9-0-0, 8 dengan KO).

Bagaimana hubungan Anda bersama Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi?

Sangat baik. Ongen bisa datang ke rumah kapan saja. Bersama Daud bisa makan bareng dan itu bagus untuk dipertahankan. Mereka harus percaya sama saya. Saya juga harus percaya sama Daud dan Ongen.

Kita melakukan ini dengan hati. Kalau saya mau cari bisnis, seharusnya bisnis yang lain, bukan tinju.

Ongen itu, menurut saya, orang yang bisa menempatkan dirinya dengan baik. Ketika dia di atas ring, dia menjadi diri yang sebenarnya, ganas dan kuat. Di luar ring dia seorang lelaki yang hormat. Itu yang saya lihat dan saya yakin dia bakat hebat. Enjoy di atas ring dan sangat menarik.

Dalam menyusun pertandingan 1 Juli mendatang, Anda bekerja bersama siapa?

Saya ada tim, Nasaktion Promotion, dan saya punya parnert dari MPRO Evolution Thailand. Ada promotor Alexander King dan Nazar Moroz dari Pattaya.

MPRO Evolution Fight Series digagas sejak tahun 2021, sebagai rangkaian gelaran tinju berkelas yang memberikan peluang bagi petinju profesional Indonesia dan Asia, agar mereka dapat bersaing di tingkat internasional.

Pertandingan 1 Juli, bukan tinju gratis, seperti selama ini kita melihat hampir semua pintu bebas masuk tanpa pernah menjual tiket.

Ada dua pilihan. Penonton yang ingin menyaksikan langsung dapat membeli tiket melalui Tiket.com (seharga Rp 480.000, diluar pajak). Bagi yang di rumah saja, dapat menyaksikan pertandingan secara langsung melalui Kompas TV, hari Jumat, tanggal 1 Juli, mulai pukul 20.00 WIB.

Mengapa jual tiket?

Saya tidak mencari untung. Ini edukasi. Kita harus memberikan edukasi yang baik dan benar kepada penggemar bahwa pertandingan tinju harus menjual tiket masuk.

Mengapa ketika konser musik orang mau membeli tiket? Mengapa ketika menggelar pertandingan tinju orang malas beli tiket?

Ini sama-sama show, yang satu musik dan yang satu lagi olahraga. Saya mau kasih edukasi agar penggemar mendukung olahraga. Orang bilang tinju sepi. Sekarang kita bikin tinju, saatnya untuk memberikan dukungan. Datang dan membeli tiket, itu akan membuat olahraga kita maju.

Belajar tentang promotor dari siapa?

Saya ini orangnya suka tinju. Itu awalnya, kemudian mendapat kepercayaan dari Bapak (Raja Sapta) Oktohari. Saya belajar dari beliau, tentang tinju.

Pada tahun 2016, saya dipercaya Pak Oktohari untuk mengurus event WBO Asia Pacific antara Daud Yordan melawan Jepang (Yoshitaka Kato). Itu di Balai Sarbini, Jakarta.

Saya orang di belakang layar. Mempersiapkan produksi, itu yang paling saya suka. Saya ini orang yang sangat nyaman di belakang layar.

Setelah 1 Juli, di mana lagi?

Ada beberapa tawaran di Indonesia dan luar negeri. Saya belum bisa menentukan kapan. Saya harus bicara dengan sponsor.

Kalau bicara tinju, promotor tidak boleh lepas dari sponsor. Promotor tidak boleh rugi. Saya akan hitung dulu untuk berikutnya.

Support untuk olahraga itu sangat penting. Bagi saya, semakin banyak acara tinju semakin bagus, baik tinju pro maupun tinju yang sifatnya hiburan.

Tinju harus disupport. Semakin banyak orang datang beli tiket, semakin bagus untuk melahirkan promotor baru.

Kalau promotor sudah banyak, jangan lupa kehidupan petinju. Atlet harus sejahtera.

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *