Press "Enter" to skip to content
The Cat Oleksandr Usyk, sekarang menjadi juara dunia kelas berat lima sabuk WBA/WBC/IBF/WBO/IBO. (Foto: Tangkapan layar)

Sejarah Kelas Berat: Dari Muhammad Ali hingga Oleksandr Usyk

Rondeaktual.com – Coretan Finon Manullang

Sejarah panjang kelas berat tidak dimulai dari Muhammad Ali. Jauh sebelum Ali terkenal menjelang pertengahan dekade 70-an menyusul kemenangan KO ronde 8 yang luar biasa atas George Foreman, kelas berat sudah diisi sejumlah nama besar. Ada Joe Louis yang terbesar atau Floyd Patterseon, juara dunia termuda umur 21 tahun dan 331 hari, yang akhirnya dirobek Mike Tyson dengan rekor 20 tahun dan 145 hari. (Sumber Wikipedia).

Sampai sekarang, rekor juara dunia kelas berat termuda masih dipegang “Si Leher Beton” Mike Tyson. Sudah bertahan sepanjang 37 tahun.

Penulis sengaja memulai tulisan ini dari Ali, supaya lebih semangat mengikutinya. Sebab Ali merupakan kelas berat termasyhur, meski Joe Louis adalah yang terbesar sepanjang sejarah kelas berat. Menulis tentang Ali membuat alur ceritanya menjadi lebih indah.

Berikut daftar petinju kelas berat yang membuat peristiwa besar.

MUHAMMAD ALI

Penulis pertama kali mengenal nama Muhammad Ali dari Sinar Indonesia Baru, atau terkenal dengan sebutan SIP, ketika masih SD kelas V di Medan.

SIP koran terbesar di Sumatera Utara, yang pada tahun 1972 menurunkan artikel Ali yang sukses dua kali membabat Sonny Liston, mengalahkan Floyd Patterson, kalah dari Joe Frazier, kalah dari Ken Norton, kemudian Ali balas mengalahkan Norton.

Ketika Ali menantang juara dunia George Foreman di Kinshasa, Zaire, 30 Oktober 1974, penulis sudah bergeser ke Jakarta.

Ali, secara luar biasa menjatuhkan Foreman persis di tengah-tengah ring. Ali memulainya dengan rentetan delapan pukulan dan ditutup dengan straight tunggal mematikan mendarat telak di kepala sang juara raja KO Foreman. Ali merebut gelar juara dunia WBA dan WBC kelas berat.

Nama Ali melambung. Sinar Harapan, koran sore terbesar ketika itu, habis terjual dalam satu jam. Sedangkan Cahaya Kita, koran sore yang terkenal karena berani memuat kode togel, laku keras bagai kacang goreng.

Di ujung karirnya, Ali sangat menderita. Kalah dengan cara tidak biasa, menyerah ketika hendak memasuki ronde kesebelas melawan mantan “pesuruhnya” Larry Holmes di Caesars Palace, Las Vegas, 2 Oktober 1980.

Ali menolak menjawab bunyi bel ronde sebelas. Ia berdiri di sudutnya didampingi pelatih Angelo Dundee. Ali dinyatakan TKO ronde sepuluh, ketika ia sudah berumur 38 tahun dan Holmes 31 tahun. Holmes sukses mempertahankan gelar WBC kelas berat.

Ketika Ali bertanding melawan Holmes, sebagian sudut Jakarta sepi. Para toke pemilik toko di Pasar Glodok, bermurah hati membawa televisi dari rumah.

Penulis di sana, ramai-ramai menyaksikan Ali-Holmes dalam siaran langsung TVRI. Peredaran uang berhenti sejanak, karena semua orang di sekitar pertokoan Glodok berdiri di depan televisi.

LARRY HOLMES

Setelah mengalahkan Ali, Holmes menjadi bintang kelas berat. Ia dikenal karena memiliki jab-straight yang terbaik sampai sekarang.

Kebesaran nama Holmes mencapai puncaknya ketika melepaskan sebelas pukulan tanpa balas ke tubuh Gerry Cooney. Wasit menghentikan pertandingan pada ronde ke-13 yang sudah tidak berimbang di Caesars Palace, 11 Juni 1982.

Holmes bertahan selama tujuh tahun sebagai juara dunia kelas berat, sampai akhirnya Michael Spinks datang melucuti gelar juara dunia IBF yang disandang Holmes.

MIKE TYSON

Kelas berat mulai mengalami perubahan yang signifikan ketika secara tidak disangka-sangka Mike Tyson datang membuka mata dunia.

Tyson mencatat rekor baru sebagai juara dunia termuda dalam sejarah kelas berat. Sayangnya, ketika Tyson menjadi juara dunia, pelatih Cus D`Amato yang menemukan Tyson di dalam penjara, sudah tiada.

Mike Tyson yang dijuluki “The Iron Man”, menghabisi juara dunia kelas berat WBC Trevor Berbick (Kanada) sampai empat kali jatuh-bangun dan dihentikan wasit pada ronde kedua, yang terjadi di Las Vegas, 22 November 1986. Itulah sejarah pertama kali kemunculan Tyson.

Ketika menjatuhkan Berbick, Tyson berumur 20 tahun dan 145 hari, merebek rekor juara dunia kelas berat termuda Floyd Patterson umur 21 tahun dan 331 hari.

Tyson menjadi raja kelas berat yang luar biasa. Menjatuhkan lawan dengan sangat cepat dan mengerikan. Tyson mempertahankan gelar dengan menghabisi perlawanan James Smith, Pinklon Thomas, Tony Tucker (Tyson menjadi juara dunia sejati era tiga sabuk WBA/WBC/IBF), Tyrell Biggs, Larry Holmes, Tony Tubbs, Michael Spinks, Frank Bruno (Inggris) dan Carl Williams.

JAMES “BUSTER” DOUGLAS

Jangan pernah menghapus nama satu ini, James “Buster” Douglas, yang membuat sejarah besar menjadi orang pertama menjatuhkan Tyson.

Douglas datang ke Tokyo Dome, Tokyo, 11 Februari 1990, sebagai underdog besar menantang juara dunia sejati tak terbantahkan Tyson. Douglas, yang hanya peringkat 11 dunia, tidak disangka-sangka menjatuhkan Tyson pada ronde kesepuluh yang sudah berjalan 1 menit dan 22 detik. Ini tercatat sebagai salah satu kejuaraan dunia terbesar.

Tumbang KO, Tyson kehilangan sabuk juara dunia WBA/WBC/IBF. Tyson menuding wasit sengaja memperlambat hitungan ketika ia menjatuhkan Douglas pada ronde delapan.

EVANDER HOLYFIELD

Holyfield adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah kelas berat. Holyfield satu-satunya sampai empat kali menjadi juara dunia kelas berat. Ali tiga kali.

Holyfield memulainya dengan kemenangan KO ronde ketiga atas juara Douglas di The Mirage, Las Vegas, 25 Oktober 1990. Douglas yang mabuk harta dan nama besar setelah menjatuhkan Tyson, tidak pernah menikmati gelar juara dunianya.

Mengalahkan Douglas, Holyfield menjadi juara sejati kelas berat era tiga sabuk yang tak terbantahkan.

Holyfield mengalahkan George Foreman untuk mempertahankan gelar WBA/WBC/IBF.

Setelah itu, Holyfield melepas gelar WBC membuat gelar juara dunia kelas berat menjadi terpisah-pisah.

Di masa emasnya, Holyfield dua kali bertanding melawan Tyson; menang KO ronde 11 dan menang diskualifikasi ronde ketiga.

Holyfield-Tyson II dikenang sebagai kebengisan Tyson, karena dengan sengaja menggigit telinga lawan sampai sompal. Sehari setelah pertandingan, petugas ring menemukan bekas gigitan Tyson yang dibuang ke bawah ring.

GEORGE FOREMAN

Kakek Foreman yang sudah tertinggal dalam pengumpulan angka di tiga hakim, tiba-tiba mendaratkan enam pukulan beruntun menjatuhkan juara dunia southpaw Michael Moorer pada ronde sepuluh di MGM Grand Garden Arena, 5 November 1994.

Itu menjadi peristiwa yang sangat bersejarah dalam olahraga tinju. Ketika menghabisi Moorer, Foreman yang tua melambat sudah berumur 45 tahun dan 299 hari. Dia menjadi juara dunia tertua sepanjang sejarah kelas berat.

LENNOX LEWIS

Lewis (Inggris) membuat rekor juara dunia kelas berat sejati tak terbantahkan era empat sabuk WBA/WBC/IBF/WBO melalui unanimous decision dua belas ronde melawan Evander Holyfield di Thomas & Mack Center, Las Vegas, 13 November 1999, 24 tahun yang lampau.

Ketika Lewis mengalahkan Holyfield, statusnya adalah mempertahankan gelar WBC sekaligus merebut gelar WBA dan IBF dan merebut gelar kosong IBO. Kemenangannya melengkapi gelar undisputed. Juara tak terbantahkan.

Lewis tidak pernah mempertahankan keempat sabuknya. Ia memilih keluar dari WBA dan hanya mempertahankan gelar WBC, IBF, dan IBO. Gelar juara dunia kelas berat kembali terpisah-pisah.

WLADIMIR KLITSCHKO

Nama kelas berat asal Ukraina ini tidak boleh dilupakan. Wladimir Klitschko (adik Vitali Klitschko) mencetak rekor 18 kali mempertahankan gelar.

Klitschko membuka jalan sebagai juara dunia WBO melalui unanimous decision dua belas ronde melawan petinju kidal Chris Byrd di Cologne, Jerman, 14 Oktober 2000.

Ia kehilangan gelar kemudian direbut lagi dengan mengalahkan Byrd untuk merebut gelar IBF dan merebut gelar kosong IBO.

Klitschko mempertahankan gelarnya sampai 18 kali, termasuk menjadi juara dunia empat sabuk WBA/IBF/WBO/IBO.

Klitschko gagal mempertahankan gelar yang ke-19 ketika Tyson Fury datang ke Jerman untuk mengalahkannya dengan angka 12 ronde di Dusseldort, 28 November 2015.

OLEKSANDR USYK

Perjalanan kelas berat terus berputar. Setelah 24 tahun berlalu atau sejak Lewis menyandang gelar sejati tak terbantahkan, kini lahir juara dunia sejati era lima sabuk tak terbantahkan atas nama Oleksandsr Usyk.

Beberapa jam yang lalu di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu malam, 18 Mei 2024, Usyk mengalahkan juara WBC Tyson Fury untuk melengkapi lima sabuk juara dunia kelas berat yang disandangnya sekarang. Usyk menjatuhkan Fury pada ronde sembilan dan menang split. Hakim Mike Fitzgerald 114-113 dan Manuel Oliver Palomo 115-112, keduanya untuk Usyk. Craig Metcalfe 113-114 untuk Fury.

Usyk tercatat dalam sejarah tinju sebagai orang pertama menyandang lima sabuk juara dunia kelas berat (WBA/WBC/IBF/WBO/IBO).

Dari semua nama kelas berat di atas, Muhammad Ali adalah yang tidak terlupakan sepanjang masa. Tetapi, jika ada nama lain di luar Ali, silakan berkomentar ke finon5000@yahoo.com.

Finon Manullang, penulis buku “Perjalanan Tinju Indonesia”, edisi 2023

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *