Tinju Memenangkan Pemungutan Suara Masuk Olimpiade LA28

KHELIF COVER TERBARU
Petinju Aljazair, Imane Khelif, bertanding untuk kelas welter putri. (Foto: Tangkapan layar)

Rondeaktual.com – Kabar gembira bagi tinju amatir. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tinju dimasukkan dalam program Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28).

Peristiwa penting itu disetujui melalui Sidang Komite Olahraga Internasional (IOC) ke-144 di Costa Navarino, Yunani, pada hari kedua, dikutip dari Olympics.com.

Pada Olimpiade terakhir di Paris 2024, kompetisi tinju dan turnamen kualifikasinya diselenggarakan di bawah wewenang Unit Tinju Paris 2024, satuan tugas ad hoc yang dibentuk oleh IOC EB setelah pencabutan pengakuan terhadap IBA (sebelumnya bernama AIBA). Keputusan diambil untuk melindungi partisipasi atlet di Paris 2024 dan memberikan jalur yang jelas, adil, dan transparan bagi petinju untuk lolos kualifikasi, guna memastikan kompetisi yang adil dan setara.

Advertisement

Pada Olimpiade Paris 2024, 68 Komite Olimpiade Nasional (NOC) diwakili dalam cabang olahraga tinju. Secara keseluruhan, 31 dari mereka memperoleh medali di 13 cabang olahraga, termasuk Cabo Verde dan Tim Olimpiade Pengungsi IOC, yang meraih medali Olimpiade pertama mereka.

Masuknya tinju ke Olimpiade LA28 tidak lepas dari perjuangan World Boxing, organisasi tinju amatir yang baru, di bawah pimpinan Boris van der Vorst dari Belanda. World Boxing dibentuk pada April 2023 dan sekarang memiliki 84 anggota di lima benua, termasuk Inggris Raya. Indonesia belum masuk anggota. Negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina yang menjadi langganan medali emas SEA Games, sudah menjadi anggota sejak tahun lalu. Hanya negara yang sudah bergabung dengan World Boxing yang bersyarat untuk mengikuti Pra Olympic LA28. Sementara, IBA telah ditangguhkan sejak tahun 2019. IBA tidak diikutsertakan sejak Olimpiade Tokyo 2020.

“Ini adalah hari yang luar biasa bagi para petinju, tinju, dan semua orang yang terkait dengan olahraga kami di setiap level di seluruh dunia,” kata Presiden World Boxing, Boris van der Vorst.

Advertisement

“Saya berterima kasih atas persetujuan untuk kembali bertinju. Kita dapat menantikan turnamen tinju yang hebat,” kata Presiden IOC yang akan segera lengser, Thomas Bach.

Tinju telah ditampilkan di setiap Olimpiade sejak 1904, kecuali 1912, tetapi IOC telah menjalankan olahraga tersebut di dua Olimpiade terakhir setelah Asosiasi Tinju Internasional (IBA) ditangguhkan pada tahun 2019 karena masalah tata kelola, keuangan, wasit, dan etika.

IBA yang dipimpin Rusia kemudian dicabut statusnya pada Juni 2023 karena gagal melaksanakan reformasi.

Advertisement

Sejarah Emas Imane Khelif dan Lin Yu-ting

IOC dan IBA berselisih selama Olimpiade Paris 2024, mengenai partisipasi dua petinju, Imane Khelif dari Aljazair dan Lin Yu-ting dari Tionghoa Taipei.

IBA melarang petinju tersebut selama Kejuaraan Dunia 2023 dengan mengatakan mereka gagal dalam tes kelayakan gender, tetapi IOC mengizinkan mereka untuk berkompetisi di Olimpiade Paris 2024.

Imane Khelif yang dituding pria, secara luar biasa berhasil merebut medali emas kelas welter, setelah dalam final mengalahkan petinju Tiongkok, Yang Liu.

Advertisement

Sementara, Lin Yu-ting 28 tahun asal Tionghoa Taipei, di tengah kontroversi gender sukses merebut medali emas kelas bulu Olimpiade Paris. Dalam final, Lin Yun Ting mematahkan perlawanan Julia Szeremeta, yang berusia 20 tahun dari Polandia.