Rondeaktual.com – Pertandingan kelas menengah super 10 ronde antara mantan juara dunia WBO Tim Tszyu (Australia) melawan Joey Spencer (Amerika Serikat) akan berlangsung di Newcastle’s Entertainment Center, di New South Wales, Australia, Minggu, 6 April 2025.
Empat hari menjelang pertandingan, Tszyu dan Spencer sudah bertengkar hebat. Spencer tidak percaya dengan tiga Australia hakim yang akan bertugas. Ia mengancam akan meninggal pertandingan. Suasana menjadi pusing ketika petinju nakal Australia Michael Zerafa menawarkan diri sebagai lawan pengganti apabila Spencer memutuskan ngacir dari pertandingan.
Sebelumnya telah dibuat perjanjian bahwa wasit netral akan mengawasi pertandingan.
Baca Juga
Advertisement
Ayah Spencer sekaligus pelatih, Jason Spencer mengecam keputusan tiga hakim Australia. Padahal, 10 minggu yang lalu, dia telah dijanjikan satu hakim Australia dan dua hakim internasional.
Harus diterima, belakangan nilai hakim tinju dianggap tidak bagus. Mereka memberikan nilai sesuka hati dan tidak pernah berpikir bagaimana hancurnya karier seseorang yang kalah karena hakimnya cenderung “merusak” dengan memberikan kemenangan kepada yang kalah.
Promotor No Limit Boxing menyatakan dalam rilisnya bahwa badan pengurus, Combat Sports NSW Authority, telah menganggap pertandingan tersebut “penting” dan karenanya telah menunjuk hakim internasional. Siapa saja hakimnya, masih rahasia.
Baca Juga
Advertisement
Reaksi dari Tim Tszyu
Tszyu telah menekankan bahwa dia tidak memerlukan hakim, baik dari Australia atau negara lain. Ia ingin selesai sebelum terdengar lonceng terakhir dari meja timekeeper.
“Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan,” kata Tszyu tentang calon lawannya, dikutip Boxing Scene. “Ketika saya pergi ke Amerika, saya tidak mengatakan kita harus mendatangkan hakim Australia atau semacamnya,” kata Tszyu. “Apa pun yang terjadi, terjadilah. Anda hadapi apa yang ada di depan Anda. Kami berasal dari generasi yang berbeda dan pola pikir yang berbeda.”
Spencer, 19-1 (11 KO), menjelaskan sudut pandangnya. “Saya tidak berpikir ada yang mencoba menipu saya atau apa pun,” katanya. “Ini lebih tentang saat saya masuk ke sana, saya tidak ingin seseorang yang berpotensi mendukung Tim (Tszyu). Menilai pertarungan benar-benar subjektif, jadi jika ada ronde yang ketat, saya ingin pandangan yang adil yang tidak selalu mendukung salah satu atau yang lain.”
Baca Juga
Advertisement
“Itu adalah sesuatu yang kami sepakati sebelum kami membuat kesepakatan, jadi, dua bulan lalu ketika kami membuat kesepakatan itu, kami memastikan bahwa kami mendapatkan apa yang kami sepakati.”
Meski terlibat pertengkaran, Tszyu mantan juara dunia WBO kelas menengah dengan rekor 24-2 (17 KO), tampak tenang.
“Saya 100 persen siap dan fokus pada apa yang harus dilakukan. Anda ingin kembali untuk meraih sabuk juara, Anda ingin tampil di panggung besar. Itulah artinya, saya ingin melakukannya untuk Australia. Saya memiliki banyak orang di belakang saya dan ini adalah tanggung jawab besar.”
Baca Juga
Advertisement
Tinggalkan Komentar..