Pra PON I Makassar: DKI Berlatih di Pinggir Ring

WhatsApp Image 2023 07 20 at 16.39.08
Matius Mandiangan dan Azzahra Ayunin di pinggir ring Pra PON Makassar, Kamis, 20 Juli 2023. (Finon Manullang)

Rondeaktual.com

Di bawah pengawasan trio pelatih Husni Ray, Erwin Tobing, Bayu Anggoro, tim Pra PON DKI berlatih persis di pinggir, yang akan dipergunakan untuk pertandingan Pra PON I Makassar.

Latihan berlangsung selama 60 menit, untuk menjaga kondisi agar tetap stabil dalam berat badan masing-masing.

Foto-foto latihan Tim Pra PON DKI di Makassar, Kamis, 20 Juli 2023.

Advertisement

WhatsApp Image 2023 07 20 at 17.13.52
Pratu TNI AU Adhis Priyanto berlatih bersama petinju putri Cindy M Zein di gedung tempat pertandingan tinju babak kualifikasi PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
WhatsApp Image 2023 07 20 at 17.16.48
Inilah gedung tempat pertandingan tinju amatir Pra PON I Makassar, yang akan dimulai Sabtu siang, 22 Juli 2023.
WhatsApp Image 2023 07 20 at 17.21.00
Pelatih Bayu Anggoro memberikan latihan kepada pendatang baru Patrisius Runesi. Usai latihan, Runesi timbang di hotel dan berada di berat kelas terbang ringan 48 kilogram
WhatsApp Image 2023 07 20 at 17.27.15
Dua petinju putri DKI usai menjalani latihan di dalam gedung partandingan Pra PON I Makassar, Kamis, 20 Juli 2023. Cindy M Zein (kiri) untuk kelas terbang dan Azzahra Ayunin kelas terbang ringan. (Finon Manullang)

Usai latihan, manajer tim DKI, H. Robert Firdaus mengajak makan makan petinju di rumah makan khas Makassar di Sop Saudara Fly Over.

Selesai makan malam, manajer H. Robert Firdaus dan pelatih Husni Ray dan Bayu Anggoro, berjalan kaki menuju penginapan, Amaris Hotel di Pettarani, Makassar.

Di lantai 10, diadakan pengarahan. Semua berdiri di koridor hotel, depan kamar pelatih Erwin Tobing.

Advertisement

“Kita masih ada waktu dua hari menuju pertandingan,” kata pelatih Husni Ray. “Besok latihan pagi dan diteruskan sore. Manfaatkan waktu yang ada. Sehari menjelang pertandingan (mulai Jumat malam) semua hp dikumpulkan mulai pukul delapan malam. Ada yang mau bertanya, silakan,” ajak Husni Ray, pemegang medali emas kelas terbang mini Piala Presiden RI 1988.

Tidak ada yang bertanya. Pertemuan malam ini ditutup dengan yel yel “DKI datang DKI juara”. (Finon Manullang)

Advertisement