Promotor Yosua Taniasurya Mengundang Tokoh Tinju Jatim PW Afandy

YOSUA TANIASURYA WA 23 SEP 23
Yosua Taniasurya, promotor Sabuk Emas Kapolrestabes Surabaya.

Rondeaktual.com

Promotor muda Yosua Taniasurya, 36 tahun, berharap tokoh tinju Jawa Timur, PW Afandy bisa hadir untuk menyaksikan pertandingan tinju pro Sabuk Emas Kapolrestabes Surabaya. Yosua akan menggelar enam partai di Halaman Parkir Jembatan Merah Plaza (JMP) 2, Surabaya, Minggu, 1 Oktober 2023.

“Sudah pasti beliau (PW Afandy) akan kami undang agar datang menyaksikan pertandingan,” kata Agus Ekajaya, salah seorang panitia. “Promotor (Yosua Taniasurya) akan mengirim langsung undangan kepada Bapak PW Afandi, hari Selasa,” tambah Agus Ekajaya, mantan murid setia pelatih legendaris Setijadi Laksono era Sawunggaling Boxing Camp Surabaya dekade 80-an.

AFANDY TERIMA SABUK PAKE INI 1
Tokoh tinju Jawa Timur PW Afandy menerima sabuk di acara API Jatim, Sabtu, 4 Maret 2023. (Foto: API Jatim)

PW Afandy sekarang menjabat Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Jawa Timur. Pada pertengahan tahun 80-an, PW Afandy mendirikan sasana tinju kemudian menyelenggarakan pertandingan bersama promotor asal Jakarta, Jenderal (Purn) Herman Sarens Soediro. PW Afandy berhasil mengantar Suwarno merebut sabuk juara OPBF kelas menengah.

Advertisement

Persiapan menyambut tinju ampro, kata Agus Ekajaya, semua diatur dengan baik, termasuk izin keramaian polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim.

“Ada dua pertandingan,” kata Agus Ekajaya, yang juga pelatih member di Kota Surabaya. “Tinju amatir pada hari Sabtu (30 September) dan tinju profesional pada hari Minggu (1 Oktober). Pertadingan mulai sore sampai malam. Ini tinju terbuka. Silakan datang. Gratis, dua hari berturut-turut.”

Tinju dua hari berturut-turut merupakan karya Yosua Taniasurya dan rekan-rekannya, untuk menyambut HUT Pusura ke-87.

Advertisement

Pusura adalah akronim dari Putera Surabaya, organisasi sosial yang cukup tua dan lahir pada tahun 1936.

Pusura pernah terkenal karena berhasil membina tinju amatir. Salah satu yang paling legendaris adalah Noer Alim, pemegang medali emas kelas terbang ringan, 48 kilogram, pada PON V/1961 Bandung.

Partai utama, 1 Oktober, menampilkan Sabuk Emas Kapolrestabes Surabaya, kelas ringan enam ronde antara Zainul Fatah (Satpol PP Probolinggo) melawan Azizul Isaputra (Bulungan Jakarta).

Advertisement

Seluruh pertandingan di bawah pengawasan Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Jawa Timur. Pertandingan akan dipimpin oleh Nus Ririhena, salah satu wasit terbaik dari KTPI Pusat. (Finon Manullang / Foto: Istimewa)